Buronan Penipuan 18 Ton Beras Ditangkap Polisi

Kon.Rudi | habadaily.com | 06 Desember 2017, 22:53 WIB
Buronan Penipuan 18 Ton Beras Ditangkap Polisi SH, pelaku penipuan diapit dua anggota Polres Pidie, Rabu (06/12/2017) | | Rudi | Habadaily.com

HABADAILY.COM – Buronan kasus penipuan atau penggelapan 18 ton beras berinisial SH (34), ditangkap jajaran Polres Pidie, Rabu (06/12/2017).  Penangkapan pemuda asal Muara Tiga, Kabupaten Pidie itu setelah sempat melarikan diri selama sembilan bulan.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar mengatakan, laporan penipuan dengan pelaku SH tersebut sudah diterima sejak Februari 2017.  Kasus penggelapan 18 ton beras itu, dilakukan oleh pelaku sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda, pada Oktober 2016 dan Februari 2017.

“Pelaku SH sempat menghilang sembilan bulan dan Desember 2017 baru berhasil kita tangkap. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan atas dugaan pengelapan beras sebayak 18 ton tersebut,” kata AKBP Andy Nugraha di Mapolres Pidie, Rabu (06/12/2017).

Kasus penipuan ini, kata Kapolres,  dilakukan tersangka dengan cara meyakinkan korban atau pemilik kilang padi di Gampong Kumbang Gogo, Kecamatan Padang Tiji, bernama Abdul Hasan. Kemudian  Evidawati warga Sumbo, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.

Awalnya pelaku mendatangi kilang padi mereka berdua untuk mencoba membeli beras, masing-masing sembilan ton dengan harga bervariasi.“Pelaku melancarkan aksinya dengan modus yang sama, pertama kejadian pada Oktober 2016 dan terakhir pada Februari 2017 lalu,”sebutnya.

Pada kilang padi milik Abdul Hasan, pelaku membeli beras sembilan ton total harga Rp 72.630 juta dengan menyerahkan panjar sebesar Rp 3.530 juta. Sedangkan korban Evidawati, pelaku berjanji akan membayar keseluruhan biaya pembelian beras seharga Rp 87 juta yang ada di pabrik padinya dengan catatan  diantar ke kawasan Simpang Anuek Galong, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar.

Setelah beras diantar ke alamat, pelaku kemudian mengajak anak korban bernama Saifuddin beserta supir yang mengantar beras, untuk pergi ke rumah pelaku di Banda Aceh. Namun di tengah perjalanan pelaku melarikan diri tanpa membayar sepersepun uang beras korban.

“Kasus ini di laporkan korban korba kepada kita pada Februari 2017. Namun pada saat itu belum kita tangkap karena pelaku berjanji akan membayar sisa uang beli beras tersebut dalam jangka satu minggu, namun ternyata pelaku bukannya membayar tapi melarikan diri,” ujar Kapolres. [jp]