Karena ruang kelas belum bisa digunakan akibat timbunan lumpur, pihak sekolah terpaksa menggelar KBM di dalam tenda darurat.
Amelia Fitri, seorang siswa kelas 11 SMAN 2 Meureudu, mengungkapkan perasaan campur aduknya.

"Senang sekali bisa kembali ke sekolah dan bertemu teman-teman. Tapi di sisi lain, sedih melihat kondisi sekolah yang rusak dan tidak seperti dulu lagi," ungkap Amelia.
Kepala SMAN 2 Meureudu, Muhammad Diah, menjelaskan bahwa aktivitas hari pertama ini masih difokuskan pada pemulihan mental siswa.
"Hari ini kami hanya melakukan pengenalan kembali dan memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat belajar meski dalam keterbatasan," kata M Diah, pada Senin (5/1/2026).