Masih Mengendap di Kas Daerah
Dana Bantuan Presiden Rp4 Miliar untuk Korban Banjir di Bireuen Berpotensi Disalahgunakan
HABADAILY.COM—Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H Ruslan M Daud, menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Bireuen yang hingga kini belum memanfaatkan bantuan dana tanggap darurat dari Presiden sebesar Rp4 miliar untuk penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor.
Bantuan dari Presiden Prabowo Subianto itu untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Aceh. Namun, hingga kini dana tersebut masih tersimpan di rekening kas daerah.
Hal itu disampaikan Ruslan Daud atau yang akrab disapa HRD saat menghadiri acara buka puasa bersama masyarakat korban banjir dan tanah longsor di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Rabu (11/3/2026).
Menurut HRD, bantuan dari Presiden diberikan untuk mempercepat penanganan dampak bencana, bukan untuk disimpan di rekening pemerintah daerah. Ia juga mengaku khawatir jika dana tersebut berpotensi disalahgunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang tidak berkaitan dengan penanganan bencana.
“Dana itu diberikan Presiden untuk membantu masyarakat yang sedang kesulitan, bukan untuk disimpan di kas daerah,” tegasnya.
Saat turun langsung ke lapangan, HRD mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat yang hingga kini masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana. Sejumlah korban bahkan masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak, tertimbun material longsor, bahkan ada yang hanyut terbawa arus.
“Masyarakat terus mengadu kepada saya setiap turun ke lapangan. Harta benda mereka sudah hilang, rumah masih tertimbun, bahkan ada yang tidak tersisa lagi. Sampai hari ini mereka masih di pengungsian. Kenapa uang yang diberikan Presiden belum digunakan?” ujar HRD.