Masih Mengendap di Kas Daerah
Dana Bantuan Presiden Rp4 Miliar untuk Korban Banjir di Bireuen Berpotensi Disalahgunakan
Ia menilai kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Ketika warga masih berjuang bangkit dari dampak bencana, dana yang seharusnya dapat mempercepat pemulihan justru belum dimanfaatkan. Menurutnya, dalam situasi darurat, pemerintah daerah seharusnya bergerak cepat agar masyarakat dapat segera bangkit dari keterpurukan.
“Kalau dana bantuan sudah tersedia tapi tidak segera digunakan, tentu publik akan mempertanyakan respons kebijakan di tingkat daerah. Dalam situasi bencana, pemerintah harus cepat bergerak agar masyarakat bisa segera pulih,” kata HRD.
Mantan Bupati Bireuen ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak agar bantuan yang tersedia benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
“Bantuan Presiden itu diberikan karena ada kebutuhan mendesak akibat bencana. Kalau sampai tidak digunakan, tentu publik akan bertanya sejauh mana keseriusan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Nisda, salah seorang korban bencana di Desa Kuala Ceurape, mengaku hingga kini belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah daerah untuk kebutuhan rumah tangga pascabencana.
“Sudah tiga bulan bencana berlalu, kami belum mendapat bantuan apa-apa dari pemerintah daerah. Kemana kami harus mengadu? Masa sudah diberikan uang oleh Presiden tapi tidak dipakai sampai sekarang,” kata Nisda.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen segera menggunakan dana bantuan tersebut untuk membantu pemulihan masyarakat yang terdampak.