Sambai Oen Peugaga: Takjil Istimewa Bulan Ramadhan di Nanggroe Aceh

March 6, 2026 - 21:41
Sambai Oen Peugaga salah satu Takjil Istimewa Bulan Ramadhan di Nanggroe Aceh, Jumat (06/03/2026). (FOTO: Suryadi KTB I HABADAILY.COM)

HABADAILY.COM - Di tengah gempuran tren makanan kekinian yang kian beragam, Aceh tetap teguh mempertahankan warisan kuliner turun-temurunnya. Salah satu yang paling diburu dan menjadi ikon takjil khas Serambi Mekah adalah Sambai Oen Peugaga.

Bagi warga Aceh, menyantap Sambai Oen Peugaga bukan sekadar urusan rasa, melainkan cara menjaga tradisi Indatu agar tidak tergerus zaman.

Kesegaran alami dari alam Aceh yang tersaji dalam bungkusan daun pisang ini tetap menjadi obat rindu yang paling ampuh bagi siapa saja yang merayakan Ramadhan di tanah rencong.

Jumat sore (06/03/2026), tim Habadaily menelusuri kawasan pusat kuliner Kampung Baru, Banda Aceh. Di tengah kerumunan warga yang berburu menu berbuka, ada lapak-lapak sederhana yang menjajakan racikan dedaunan ajaib.

Secara harfiah, "Sambai" berarti sambal atau urap, sedangkan "Oen Peugaga" adalah daun pegagan (Centella asiatica). Namun, jangan terkecoh dengan namanya yang sederhana. Sambai Oen Peugaga sejatinya adalah sebuah mahakarya botani.

Kuliner ini diracik dari puluhan jenis dedaunan hutan yang secara tradisional mencapai 44 jenis daun yang diiris halus hingga menyerupai helaian benang.

Daun-daun tersebut kemudian dicampur dengan bumbu khas seperti kelapa gongseng (u lheu), bawang merah, cabai rawit, udang rebus, dan perasan jeruk nipis. Hasilnya adalah perpaduan rasa getir, segar, pedas, dan gurih yang unik di lidah.

Bukan sekadar pengganjal perut, daun pegagan dikenal memiliki segudang manfaat kesehatan. Tumbuhan merambat yang biasa tumbuh di pematang sawah atau tempat sejuk ini dipercaya penuh khasiat.

Salah satu hal yang membuat Sambai Oen Peugaga begitu istimewa adalah sifatnya yang eksklusif. Makanan ini sangat sulit ditemukan pada hari-hari biasa di luar bulan suci.

"Sambai Oen Peugaga ini tidak jualan di hari biasa, khusus di bulan Ramadhan saja. Makanya ini jadi menu wajib yang harus ada di meja makan saat berbuka. Rasanya belum lengkap Ramadhan kalau belum makan ini," kata Anjas, seorang pemuda yang baru saja membeli Sambai Oen Peugaga, kepada Habadaily.com.

Eksistensi Sambai Oen Peugaga di Kampung Baru membuktikan bahwa lidah masyarakat Aceh tidak pernah melupakan akar budayanya. Di saat martabak telur, dimsum, atau minuman boba memenuhi sisi jalan, sepiring urap daun pegagan tetap memiliki singgasananya sendiri.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.