Perjuangan Ibunda Husnul, Bocah Terinfeksi Rubella Sejak Lahir

September 11, 2018 - 21:23
Ilustrasi. Foto by Parenting
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM – Husna (27) tampak sibuk menenangkan putri pertamanya yang duduk di samping. Sesekali dia pangku saat sedikit rewel. Husnul Faina berusia dua tahun delapan bulan, seorang bocah yang terinfeksi virus rubella sejak lahir.

Husnul tampak tenang saat berada di pangkuan ibundanya. Sesekali tersenyum saat diajak bermain. Tangan mungilnya membelai jilbab, sambil menatap wajah ibundanya yang sedang berjuang mengobatinya. Lalu kembali ia meminta duduk di kursi sebelah kiri.

Husna bercerita, tak disangka bintik-bintik merah di tubuhnya saat hamil awalnya dirinya terinveksi rubella, yang membuat anaknya lahir tidak normal.

“Usia kehamilan 3 bulan, muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuh saya, cuma dua hari,” kata Husna, Selasa (11/9/2018) di Banda Aceh.

Husna awalnya mengira itu hanya bintik-bintik biasa dan diabaikan hingga bayinya lahir. Meskipun Husna kemudian semakin rutin mengunjungi dokter untuk memeriksa kehamilannya.

Husna, perempuan asal Gampong Geureugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang berprofesi sebagai bidan. Harus berjuang keras untuk mengobati si buah hatinya sekarang.

Bahkan sejak dalam kandungan. Husna harus berjuang untuk selamatkan jaban bayinya. Pada usia kehamilan 5 bulan, Husna sempat pecah ketuban. Perjuangan untuk selamatkan bayinya dalam kandung tak kenal lelah. Dia pun terus berkonsultasi ke dokter memeriksa kondisi kehamilan.

Memasuki kehamilan 7 bulan. Husna hampir setiap hari berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi bayi dalam kandungan. Pada kehamilan 8 bulan, Husna melahirkan cabang bayinya dengan normal. Kelahiran putri pertamanya lebih cepat satu bulan dari normal 9 bulan.

“Berat waktu lahir 2 kilogram, tak seperti biasa normal memang,” jelasnya.

Tiga bulan awal tidak memperlihatkan gejala apapun pada si buah hatinya. Husna pun tak memiliki firasat apapun apa yang diderita bayinya saat ini. Tampak normal dan dirawatnya seperti merawat bayi normal lainnya.

Setelah bayi berusia 3 bulan. Husna mulai khawatir. Di bola mata bayi ada bintik merah. Husna memutuskan untuk memeriksa pada dokter anak. Mulanya dokter memvonis bayi itu menderita katarak bawaan sejak lahir dan harus segera dioperasi.

Husna langsung membawa si buah hatinya ke salah satu rumah sakit di Sumatera Utara, Medan untuk menjalani operasi katarak. Bersamaan dengan itu, dokter juga menyarankan untuk memeriksa TORCH pada dirinya.

TORCH singkatan dari Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex.  TORCH sama-sama berbahaya untuk janin saat terinfeksi pada ibu hamil.

Setelah uji laboratorium, Husna positif terinfeksi Rubella. Sedangkan lainnya dinyatakan negatif. Saat itulah, Husna sadar, ternyata bayinya terinfeksi virus Rubella dari dirinya sejak kehamilan.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.