Karena itu, masyarakat memiliki kekuatan untuk mengawal proses demokrasi bersih di Kabupaten Bireuen. Mereka berharap, tindakan tegas ini dapat mendorong kesadaran seluruh warga akan pentingnya demokrasi yang bersih dan terbuka.
Tokoh penggerak pembangunan infrastruktur Aceh ini secara khusus juga mengajak para penyelanggara Pilkada (KIP dan Panwaslih), serta peran para ulama, pimpinan dayah, pimpinan balai-balai pengajian, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk selalu mengajak masyarakat Bireuen menolak dan melawan politik uang yang jelas-jelas dilarang Islam.
"Jangan menjual suara dan harga diri kita 100 atau 200 ribu untuk lima tahun, tetapi berikanlah suara kita kepada calon pemimpin yang bisa menghargai diri kita dan bisa mendatangkan kemaslahatan untuk kita ke depan," pungkas HRD.[]