Karena itu, HRD berani mengambil langkah inovatif dengan membuka sayembara berhadiah Rp50 juta atau tiket umrah bagi siapa pun yang dapat menangkap pelaku praktik politik uang.
HRD sangat menyayangkan kondisi Bireuen saat ini. Kesejahteraan belum memihak kepada masyarakat. Petani dan nelayan cukup sulit untuk memperoleh pendapatan, untuk membeli beras atau bahan pokok saja sangat sulit. “Bireuen harus bangkit, Bireuen harus berbenah, Bireuen harus kita perjuangkan untuk keadilan dan perubahan, Bireuen bukan milik kelompok atau perseorangan,” ujarnya.
“Ini demi masa depan Bireuen yang lebih baik dan untuk menghilangkan lebel Bireuen sebagai kota seratus ribu. Jangan biarkan politik kotor menghancurkan harapan masyarakat Bireuen, siapa pun yang layak bisa menjadi pemimpin dan membawa kemajuan bagi masyarakat Bireuen dan nilai-nilai yang islami," sambung H Ruslan penuh keyakinan.
Dia mengingatkan, calon pemimpin yang hanya mengandalkan uang adalah calon pemimpin yang tidak percaya diri dan tidak memiliki ide serta gagasan yang jelas. “Mereka hanya bisa membeli suara rakyat untuk memperoleh jabatan di atas penderitaan rakyat,” katanya.
HRD mengajak warga Bireuen untuk menjadi penjaga demokrasi, melaporkan siapa pun yang mencoba mencemari pemilihan dengan praktik curang. Ajakan tersebut mendapat aplus dari seribuan warga yang hadir.