Lebih lanjut, dr Munawar juga menyampaikan, bahwa kebersihan merupakan syarat utama dalam menjalankan ibadah. Selain itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bentuk Ketaqwaan kepada Allah SWT.
“Dengan menjaga kebersihan, seseorang akan merasa lebih tenang dan khusyuk dalam beribadah,” ujarnya.
Masyarakat, kususnya di Aceh yang hidup sehari-hari berlandasan Syariat Islam, maka sangat mungkin sudah memahami bagaimana cara hidup yang sehat. “Apalagi setiap melakukan ibadah kita diwajibkan bersih dari pada noda dan najis. Di Aceh, masyakarat sangat peka akan kebersihan dalam beribadah, dan hal itu sudah mulai diterapkan kepada keluarga sejak dini,” papar dr Munawar.
Tidak hanya sebatas itu, Dinas Kesehatan Aceh juga terus melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, terkait bagaimana pelaksanaan hidup bersih dan sehat perilaku agar ibadah menjadi sempurna.
Dia menambahkan, pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan pada kelompok ibu hamil dan menyusui. “Tindakan menyusui bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang diajarkan oleh agama dalam memenuhi gizi dan mengasuh anak termasuk memberikan Air susu ibu sampai 24 bulan,” sebut dr Munawar.
Dijelaskannya, ibu hamil dan ibu menyusui memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Oleh karena itu, mereka harus menjaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah menyusui dengan baik dan optimal. “Menyusui dengan bersih dan sehat adalah bentuk pengabdian seorang ibu kepada anak dan kepada Sang Pencipta.” sebutnya.
Lebih lanjut dr Munawar mengatakan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian integral dari ibadah. Ibu yang sehat akan menghasilkan ASI yang berkualitas, sehingga bayi pun tumbuh sehat dan kuat.