Dinkes Aceh Dorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Beribadah

September 22, 2024 - 23:28
Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Munawar SpOG (K). (Foto: untuk habadaily.com)

HABADAILY.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh gencar mengkampanyekan pentingnya menyeimbangkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam penyempurnaan ibadah pada kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Munawar SpOG (K) menyampaikan bahwa upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Ibadah menjadi modal awal kesehatan dimana keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat, untuk beribadah dengan baik maka kesehatan menjadi utama,” ujarnya.

Dengan menjaga kebersihan diri, keluarga dan lingkungan dapat mencegah berbagai penyakit baik penyakit menular maupun penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, dilabetes Melitus dan lain sebagainya yang dapat terjadi pada kelompok umur dewasa hingga lansia.

Karena itu, sebut dr Munawar, Dinas Kesehatan Aceh mengajak seluruh lapisan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi profesi, CSR dan pemangku kepentingan lainnya untuk bahu-membahu dalam mewujudkan masyarakat Aceh yang sehat dan sejahtera.

Banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencapai keseimbangan antara kesehatan fisik dan rohani, agar dalam beribadah bisa khusyuk. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya:

• Kebersihan Pribadi: Berwudhu dan tayamum sebelum shalat, menjaga kebersihan tubuh, dan segera bersuci dari hadas kecil.
• Gaya Hidup Sehat: Rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan bergadang.
• Kesehatan Reproduksi: Memprioritaskan kesehatan ibu dan anak, serta mengakses layanan kesehatan reproduksi.

Lebih lanjut, dr Munawar juga menyampaikan, bahwa kebersihan merupakan syarat utama dalam menjalankan ibadah. Selain itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bentuk Ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Dengan menjaga kebersihan, seseorang akan merasa lebih tenang dan khusyuk dalam beribadah,” ujarnya.

Masyarakat, kususnya di Aceh yang hidup sehari-hari berlandasan Syariat Islam, maka sangat mungkin sudah memahami bagaimana cara hidup yang sehat. “Apalagi setiap melakukan ibadah kita diwajibkan bersih dari pada noda dan najis. Di Aceh, masyakarat sangat peka akan kebersihan dalam beribadah, dan hal itu sudah mulai diterapkan kepada keluarga sejak dini,” papar dr Munawar.

Tidak hanya sebatas itu, Dinas Kesehatan Aceh juga terus melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, terkait bagaimana pelaksanaan hidup bersih dan sehat perilaku agar ibadah menjadi sempurna.

Dia menambahkan, pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan pada kelompok ibu hamil dan menyusui. “Tindakan menyusui bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang diajarkan oleh agama dalam memenuhi gizi dan mengasuh anak termasuk memberikan Air susu ibu sampai 24 bulan,” sebut dr Munawar.

Dijelaskannya, ibu hamil dan ibu menyusui memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Oleh karena itu, mereka harus menjaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah menyusui dengan baik dan optimal. “Menyusui dengan bersih dan sehat adalah bentuk pengabdian seorang ibu kepada anak dan kepada Sang Pencipta.” sebutnya.

Lebih lanjut dr Munawar mengatakan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian integral dari ibadah. Ibu yang sehat akan menghasilkan ASI yang berkualitas, sehingga bayi pun tumbuh sehat dan kuat.

“Selain itu, dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seorang ibu juga telah menjalankan perintah agama untuk menjaga kesucian,” katanya.

Dinas Kesehatan Aceh berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada ibu hamil dan menyusui. Beberapa upaya yang telah dilakukan, antara lain:

• Sosialisasi: Melalui berbagai kegiatan, Dinas Kesehatan Aceh terus mensosialisasikan pentingnya menyusui eksklusif dan manfaat ASI bagi ibu dan bayi.
• Konseling: Menyediakan layanan konseling menyusui untuk membantu ibu mengatasi masalah yang mungkin dihadapi selama menyusui.
• Kemitraan: Membangun kemitraan dengan berbagai pihak, seperti puskesmas, rumah sakit, dan komunitas, untuk mendukung program menyusui.

“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah bagi ibu hamil dan menyusui, sehingga mereka dapat menyusui dengan nyaman dan dapat memberika ASI eksklusif sampai dengan 6 bulan dan dilanjutkan hingga 24 bulan,” ajaknya.

Selain menjaga kebersihan, Islam juga memberikan panduan mengenai pola makan yang sehat. Beberapa anjuran yang dapat diterapkan, antara lain:

• Tidak makan berlebihan: Islam menganjurkan untuk makan secukupnya dan tidak berlebih-lebihan.
• Berhenti makan sebelum kenyang: Memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan mencerna makanan.
• Atur porsi makan: Membagi waktu makan menjadi beberapa porsi kecil sepanjang hari.
• Hindari makanan haram dan minuman keras: Makanan dan minuman haram dapat merusak kesehatan tubuh.
• Puasa: Puasa memiliki banyak manfaat kesehatan, baik fisik maupun rohani.

Tulisan ini hasil Kerjasama antara media cetak HD Indonesia/habadaily.com dengan Dinas Kesehatan Aceh. Edisi 37 (10-20 September 2024).

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.