HABADAILY.COM - Film dokumenter berjudul "Uroh Pase Indatu" yang mengangkat kisah tentang Rapa'i Pase dan tokohnya, Syehk Daud, telah selesai diproduksi. Film ini diproduksi oleh Jamal Abdullah, seorang musisi tradisi yang konsen terhadap Rapa'i Pase selama hampir 15 tahun terakhir.
Syehk Daud mengungkapkan harapannya agar kesenian Rapa'i Pase, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2017, dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi yang akan datang.
Syehk Daud yakin akan ada orang-orang baik dan peduli terhadap keberlangsungan Rapa'i Pase.
Baca Juga: Hasbi Burman: Penyair Gaek dengan Kemurnian Karya
Terlepas suskesnya penggarapan film,"Uroh Pase Indatu", semua orang juga tau tentang Rapa'i Pase, satu Alat Musik Perkusi khas dari Aceh Utara yang ukuran diameternya sangat besar. Namun, tidak semua tau dan kenal secara memdalam termasuk juga tokoh-tokoh yang ada dalam Rapa'i Pase.
Jamal Abdullah atau biasa di kenal dikalangan kesenian dengan sebutan Jamal Taloe, pada pertengahan tahun 2023 baru saja memyelesaikan produksi Film Dokumenter yang mengangkat secara khusus tentang Rapa'i Pase dan Syehk Daud sebagai seorang Maestro Rapa'i Pase.
Baca Juga: Apa Kaoy: Maestro Hiem Penjaga Warisan Budaya
Film Dokumenter ini mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang Maestro Rapa'i Pase Syehk Duad, 82 tahun yang sudah bermain Rapa'i sejak usia 15 tahun.
"Film ini, mengangkat kehidupan keseharian Syehk Duad yang berkisah tentang sejarah, filosofi, lagu-lagu, perjalanan pasang surut, perkembangan dan harapannya terhadap kesenian Rapa'i Pase sebagai salah satu warisan Indatu yang harus tetap dijaga, dilestarikan dan diwariskan pada generasi yang akan datang," kata Jamal Taloe.
Baca Juga: Rapai Uroh, Menjaga Keuneubah Endatu
Jamal Abdullah bersama team produksinya telah melakukan perekaman video dan audio film dokumenter ini yang dilaksanakan langsung di gampong Geulumpang Tujoh kediaman Syehk Daud dan Gampong Dayah Tengku Simpang Mulieng Aceh Utara.
Jamal Abdullah adalah seorang musisi tradisi (Rapa'i dan Geundrang) sudah hampir 15 tahun terakhir ini konsen terhadap Rapa'i khususnya Rapa'i Pase.
Jalam Taloe, berkesempatan sebagai penerima Danaindonesiana tahun 2022, Jamal fokus mengangkat tentang Rapa'i Pase tapi melalui Film Dokumenter.
Baca Juga: Udin Pelor: Pesona Sang Maestro yang Tak Pernah Redup
"Tujuannya, tak lain agar kesenian Rapa'i Pase yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2017, Agar Rapa'i Pase warisan Indatu ini lebih bisa dikenal oleh semua kalangan masyarakat, termasuk juga Syehk Daud sebagai seorang Maestro dan juga kesenian Rapa'i Pase akan semakin populer di tengah-tengah masyarakat pendukungnya," imbuhnya.
Film dokumenter "Uroh Pase Indatu" merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan kesenian Rapa'i Pase. Film ini dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas tentang sejarah, filosofi, lagu-lagu, perjalanan pasang surut, perkembangan, dan harapan terhadap kesenian Rapa'i Pase.
Film ini juga dapat menjadi sarana motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan kesenian Rapa'i Pase.
Priduksi Film Dokumenter ini didukung sepenuhnya oleh Danaindonesiana dan LPDP serta beberapa komunitas seni & budaya yang ada di Aceh seperti Panteue Atjeh, Jamal Taloe Project, Amondaya Creator, 2FA Creative, 3R Production, Doni Musik, Alpha Cinema dan Habadaily sebagai media partner.
Jamal berterimakasih untuk semua dukungan sehingga produksi film dokumenter ini berjalan sesuain dengan rencana.
"Semoga Film Dokumenter ini bermanfaat untuk kita semua sebagai salah satu khasanah budaya yang bisa di tonton oleh semua kalangan, bukankah menjaga kesenian Indatu adalah tanggung jawab kita bersama, karena Seni adalah Hidup," harapanya.