Hasbi Burman: Penyair Gaek dengan Kemurnian Karya

November 29, 2023 - 11:34
Hasbi Burman, saat tampil dipanggung Roadshow Kesenian Berbasis Gampong yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, di Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Senin malam, 27 November 2023. FOTO Doc Disbudpar Aceh
1 dari 3 halaman

Baginya, menulis puisi adalah panggilan jiwa. Karena itu pula ia sering menolak ketika ada yang memintanya menulis puisi dadakan. Ia berdalih, puisi itu adalah ilham, bukan surat cinta yang bisa ditulis kapan saja. Ketika ilham itu ada, maka menulis puisi begitu mudah baginya dalam segala suasana.

HABADAILY.COM - Ia penyair otodidak, puisinya banyak bercerita tentang alam, cinta dan daerah terpencil. Senin malam, 27 November 2023 di panggung Roadshow Kesenian Berbasis Gampong yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, di Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pria berjuluk Predisen Rex ini mendeklamasikan puisinya.

Malam baru saja turun bersama rintik gerimis di lapangan desa Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Di sebuah tenda depan panggung pertunjukan, beberapa orang duduk, salah satunya Hasbi Burman. Usianya tidak muda lagi, sudah 68 tahun, tapi demi berpuisi dia rela melawan gigil malam itu. “Saya diantar anak tadi ke sini,” katanya mengawali pembicaraan.

Pria kelahiran Lhok Buya, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, 9 Agustus 1955 ini merupakan penyair otodidak yang dijuluki harian Kompas sebagai Presiden Rex. Kisahnya dengan julukan itu sudah melegenda. Bahkan di kalangan seniman Aceh ia dipanggil Sang Presiden. 

Baginya, menulis puisi adalah panggilan jiwa. Karena itu pula ia sering menolak ketika ada yang memintanya menulis puisi dadakan. Ia berdalih, puisi itu adalah ilham, bukan surat cinta yang bisa ditulis kapan saja. Ketika ilham itu ada, maka menulis puisi begitu mudah baginya dalam segala suasana.

Ia kemudian mengeluarkan dua lembar kertas HVS dari saku belakang celananya. Ia perlihatkan dua puisi yang difoto copy dari buku antologi puisi miliknya, Sekeping Hati yang Tinggal. Antologi ini diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, memuat 270 puisi miliknya. Itu satu-satunya antologi milik Sang Presiden yang diterbitkan, selebihnya, ratusan bahkan mungkin ribuan puisinya dimuat di berbagai buku antologi bersama dan di berbagai media.

Hasbi Burman memperlihatkan dua puisi di kertas HVS itu, satu berjudul Halo Indonesia, satu lagi Di Sudut Kuala Lumpur. Puisi ini akan dibaca di atas panggung. Ia begitu bersemangat bercerita ihwal terciptanya puisi itu. Katanya, dalam suatu lawatan ke Malaysia pada September 2002, ketika duduk bersama seniman di Petalingjaya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad menghampiri mereka. “Mahathir datang jalan kaki, duduk bersama kami berakrab-akrab ria,” kenangnya.

Hasbi Burman sang Presiden Rex, penyair senior maestro sastra Aceh. tak melewatkan kesempatan itu, imajinasinya muncul. Ia pun menulis:

Pada keningmu masih ada bayang-bayang
Mahathir Muhammad menggali kebenaran
Dari onggok-onggok bangsa yang menyatu
Bersama paduan suara
Perawan-perawan yang menghijau
Selimut angin Melayu

Berita ini disiarkan atas kerja sama antara Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Aceh, Bidang Bahasa Dan Seni dengan (Media HABADAILY.COM)

© 2024 PT Haba Inter Media | All rights reserved.