HABADAILY.COM - Sudah sekian lama puluhan korban bencana mendirikan tenda darurat di halaman Kantor Bupati Bireuen, nasib mereka masih menggantung. Hingga hari ke-16 pengungsian, Kamis (26/11/2026), Ketua DPRK Bireuen belum terlihat meninjau langsung kondisi para penyintas yang terus menuntut kejelasan hak-hak mereka.
Ketua DPRK Bireuen Juniadi SH yang mengemban mandat sebagai wakil rakyat, dinilai abai di tengah situasi darurat. Ketidakhadirannya memicu kekecewaan mendalam dari para pengungsi.
“Sejak kami di sini, Ketua DPRK tidak pernah datang. Bahkan untuk sekadar melihat kondisi kami pun tidak,” ujar M Amin, warga Desa Kapa yang kini tinggal di tenda darurat.
Ketiadaan kehadiran lembaga legislatif membuat warga merasa tidak memiliki saluran aspirasi. Padahal, dalam kondisi seperti ini, mereka sangat membutuhkan perhatian dan keberpihakan nyata.
“Kalau kami ini benar diwakili, seharusnya beliau datang, duduk bersama kami, dan mendengar langsung keluhan kami. Bukan diam seperti ini,” tambahnya dengan nada kecewa.