Mobmob atau biola Aceh merupakan salah satu seni dari Aceh yang bersifat piyasan (pertunjukan hiburan) dan dimainkan tiga orang. Pertama, seorang syeh, dia turut memainkan biola. Kedua, linto, dan ketiga dara baro. Syeh, dalam hal ini juga bertindak sebagai ayah atau mertua. Ketiga-tiga pemain seni biola Aceh ini adalah laki-laki.
Setelah terhenti selama puluhan tahun, mobmob muncul kembali pada awal milenium kedua ini, sekira tahun 2005. Dialah Nyakman Lamjame, orang pertama yang memiliki andil memuculkan kembali seni yang telah dilupakan tersebut. Pemuda Gampong Paloh Raya, Krueng Mane, Aceh Utara, inilah yang mengumpulkan kembali tiga pelakon seni biola Aceh yang sudah lama, bahkan hampir tak ada yang hirau atas keberadaan mereka. Ketiganya adalah Syekh Kawi, Syekh Ghani (almarhum), dan Syekh Habibi.
“Setelah berbincang-bincang banyak hal mengenai seni biola Aceh dengan sekalian orang-orang tua kita dalam berbagai kesempatan, mereka menyambut baik itikad saya ini. Saya ingin sekali memperlihatkan lagi seni mobmob kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Aceh. Barulah kemudian saya mencari panggung untuk mereka,” ungkap Nyakman, Senin malam, 2 Mei 2022, di Kuta Meuligoe, Krueng Mane, Aceh Utara.

Menurut cerita orang-orang tua, kata Nyakman, di masa lalu, pertunjukan mobmob diselenggarakan oleh kerajaan. Mereka menyukai mobmob. Jika memang hal demikian itu benar, maka mobmob sudah dikenal di Aceh berabad-abad lamanya.
Cerita tersebut menyebutkan bahwa pada masa pendudukan Belanda, banyak orang yang sudah mampu memainkan biola Aceh ini. Namun, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa mobmob baru ada sekira tahun 1950-an Masehi. Karena itu, tentang kapan munculnya mobmob di Aceh perlu diteliti kembali.
Biola Aceh atau mobmob mengadopsi beberapa seni lain di dalamnya, di antaranya, yaitu seni tari, seni tarik suara, seni tutur, seni aksi, syair, musik, dan sebagainya. Maka setiap pertunjukannya itu menghabiskan waktu semalam suntuk. Begitulah setiap pertunjukan mobmob dilangsungkan.
Biasanya, panggung untuk pertunjukan mobmob dipersiapkan secara khusus. Panggung itu pun khusus untuk menampilkan para pelakon biola Aceh tersebut. Di atas panggung tidak boleh ada tampilan yang lain. Dari awal sampai selesai acara, yang ditampilkan hanya biola Aceh itu.
Begitulah orang-orang terdahulu membuat sebuah acara panggung. Mereka tidak pernah mencampur-baurkan tampilan antara beberapa jenis kesenian di dalam satu waktu. Dengan demikian, maka setiap seni yang ditampilkan membekas di benak sekalian penonton.