Ini Temuan Pokja Mengenai Rekam Jejak 30 Kandidat Komisioner KIA

August 15, 2020 - 12:31
Juru bicara Pokja Untuk Integritas Rekrutmen Calon Komisioner KIA, Hafidh. (Ist)
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM – Kelompok Kerja (Pokja) Integritas Rekrutmen Komisi Informasi Aceh baru saja menyerahkan hasil pemantauan rekam jejak 30 kandidat komisioner kepada panitia seleksi, Kamis lalu (13/8/2020). Dari penelusuran tersebut, ditemukan banyak persoalan terkait integritas sejumlah kandidat.

Juru bicara Pokja, Hafidh mengungkapkan sebagian besar dari kandidat sama sekali belum pernah bersinggungan dengan isu-isu keterbukaan informasi, baik dilihat dari riwayat pekerjaan maupun opini yang dapat diakses oleh publik. Tak hanya itu, ia juga membeberkan bahwa beberapa di antara mereka ada yang pernah mendapat sanksi etik di tempat kerja sebelumnya.

Tentu, temuan-temuan ini seharusnya menjadi pertimbangan Pansel untuk menentukan kandidat yang benar-benar berintegritas dan mememiliki kapasitas yang baik untuk dipilih,” kata Hafidh dalam keterangan resminya, Jumat (14/8/2020).

Pokja juga menyarankan tim Pansel mengirimkan hanya 10 calon untuk dipilih DPRA nantinya. Kendati secara regulasi boleh mengajukan 15 nama, pihaknya khawatir hal itu justru membuka peluang terpilihnya calon yang tidak berkompeten dengan integritas yang baik. “Karena di Pansel lah dilakukan seleksi terhadap calon yang benar-benar patut dan layak, sedangkan di parlemen hanya lebih ‘memilih’ calon,” ucapnya.

Selain itu, Pansel sebaiknya juga mempertimbangkan keberadaan calon petahana. Meskipun ia menggarisbawahi kinerja KIA saat ini kurang progresif dibandingkan periode sebelumnya, tetapi menurutnya tetap penting memilih minimal satu calon petahana dalam daftar 10 orang yang akan diusulkan ke DPRA. Tentunya calon tersebut telah diseleksi dan punya integritas yang baik.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.