Namun demikian, unjukrasa massa GM2PS tersebut sempat tercoreng karena ada demo tandingan yang dilakukan oleh sejumlah orang yang juga warga Simeulue. Massa tandingan membentangkan spanduk, bertuliskan tentang kebijakan dan asset pada masa Pemerintahan Bupati Drs H Darmili.
Kehadiran massa tandingan tersebut berakibat terjadi aksi kejar-kejaran dengan aparat hingga masuk ke areal kantor Bupati Simeulue. Polisi bahkan sempat mengamankan sejumlah orang dari pedemo siluman tersebut.
“Jumlah pendemo sekitar 100 orang, dan jumlah petugas kita yang melibatkan TNI Polri sebanyak 250 orang, berlangsung aman dan terkendali. Namun tadi sempat ada aksi pembentangan spanduk oleh sejumlah oknum warga dan sudah kita amankan dan peneguran secara persuasif," kata Kapolres Simeulue AKBP Ayi Satria Yudha yang ditemui wartawan seusai unjukrasa..
Menurutnya, aksi dari massa GM2PS itu berlangsung 7 jam, namun tidak ada izin dari kepolisian. Namun selagi hanya menyampaikan pendapat pihaknya tetap memberikan pengawalan.
“Sebelum aksi, kami sudah memberikan perjanjian kepada Zulianto dan Zulyan Amin, sebagai Korlap aksi GM2PS agar acara demo jangan sampai anarkhis dan hasinya aksi juga berlangsung aman dan tidak terjadi kericuhan,” kata Kapolres.[jp]