UAS Bingung Cari Kata Smong di Kamus Bahasa Indonesia

Ahmad - habadaily
24 Des 2018, 11:50 WIB
UAS Bingung Cari Kata Smong di Kamus Bahasa Indonesia Tausiah UAS di Masjid Tgk Khalilullah Simeulue | Ahmad

HABADAILY.COM - Ustad Abdul Somad mengaku bingung dengan kata-kata Smong yang menjadi kearifan lokal bagi warga Simeulue. Dia sempat mencari-cari arti kata Smong di Kamus Bahasa Indonesia, tetapi hasilnya nihil.

"Capek saya cari di kamus-kamus Indonesia, tapi tidak ketemu kata Smong. Padahal, kearifan lokal ini telah menyelamatkan warga Simeulue dari gelombang besar yang berasal dari laut," kata Ustad Abdul Somad (UAS) dalam tausiah subuh di Masjid Agung Tgk Khalilullah, Simeulue. Tausiah ini sekaligus memperingati 14 tahun gempa bumi dan tsunami Aceh yang jatuh setiap 26 Desember.

Penceramah kondang asal Riau ini mengharapkan, kata-kata Smong diperkenalkan secara luas ke publik. Smong digunakan para leluhur di Simeulue karena merujuk pada bencana alam berupa ombak besar setelah gempa, yang terjadi pada ratusan tahun lalu. Sejarah bencana ini menjadi paling berkesan bagi masyarakat sehingga Smong turut disisipkan saat meninabobokan anak-anak Simeulue.

Kata-kata Smong, kata UAS, dinilai lebih tepat dalam penyebutan untuk gelombang pasang tinggi yang terjadi akibat gempa bumi. Lagipula, menurut UAS, kata tsunami yang selama ini dipergunakan untuk menyebut Smong justru berasal dari bahasa Jepang. "Yang diartikan dalam bahasa Indonesia, bahwa ombak besar pelabuhan yang naik ke daratan," kata UAS. 

Lebih lanjut, UAS mengatakan, memperingati tsunami tidak termasuk dalam bid'ah. Sebelumnya, Bupati Erly Hasim dalam sambutannya di Masjid Agung Tgk Khalilullah Simeulue menyebutkan peringatan 14 tahun gempa dan tsunami Aceh sengaja dipercepat di daerah kepulauan tersebut. Sejatinya, peringatan bencana tersebut dilaksanakan setiap 26 Desember.

"Karena ada Ustad Abdul Somad, maka tausiah Subuh ini sekaligus untuk mengenang 14 tahun Smong atau Tsunami Aceh. Kita Pemerintah Kabupaten Simeulue sengaja mempercepat, meskipun jadwal sesuai kalendernya pada 26 Desember 2018," kata Erly Hasim. 

Warga mendengar ceramah UAS di Alun-alun depan Pendopo Bupati Simeulue, Sabtu (22/12/2018) malam | Ist 

Kedatangan UAS ke Simeulue disambut antusias warga setempat. Mereka bahkan turut bersama-sama menjemput UAS ke Bandar Udara Lasikin, Sabtu (22/12/2018) kemarin. 

Masyarakat juga membludak di Alun-alun pendopo Bupati Simeulue ketika UAS mengisi tausiah pada Sabtu malam. Tak hanya itu, sejumlah ruas jalan menuju lokasi kegiatan terlihat macet sejak Maghrib hingga selesai kegiatan.

Di tausiah Sabtu malam, UAS turut mengajak para orangtua di Simeulue agar tidak ragu menyekolahkan anaknya ke pesantren. "Minimal setingkat tsanawiyah dan aliyah. Tujuannya agar melahirkan para ulama untuk mensyiarkan Islam di Simeulue," kata UAS.

Selain itu, UAS juga mengingatkan para orangtua di Simeulue agar turut membimbing anak-anaknya tetap berpegang pada hukum Islam yang kuat. "Meskipun anaknya jadi tentara, tapi jadi tentara yang berakidah, polisi yang berakidah, pemimpin yang berakidah," pungkas UAS.

UAS dalam kunjungannya ke Simeulue turut menyempatkan diri berziarah ke makam Tgk Khalilullah atau dikenal Teungku Diujung. Sosok ini merupakan salah seorang ulama besar yang mengislamkan warga Simeulue pada masa lampau.[bna]

Loading...