GeRAK Sebut Klaim Pemkab Bireuen Soal Penanganan Banjir Tak Sesuai Fakta

March 26, 2026 - 23:29
Koordinator GeRAK Bireuen Murni M Nasir.
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GeRAK Bireuen mempertanyakan klaim pemerintah daerah yang menyebut penanganan banjir telah berjalan “sesuai tahapan”. Kritik ini muncul menyusul masih ditemukannya korban yang bertahan di tenda darurat tanpa kepastian hunian.‎

‎Koordinator GeRAK Bireuen Murni M Nasir menilai pernyataan Pemkab Bireuen tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini sejumlah korban banjir masih tinggal di pengungsian dengan fasilitas terbatas.‎

‎“Kalau memang sudah sesuai tahapan, mengapa korban masih bertahan di tenda? Ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara klaim dan realitas,” ujar Murni dalam keterangan tertulisnya.‎

‎Menurutnya, skema hunian sementara (huntara) belum tersedia secara jelas, sementara pembangunan hunian tetap (huntap) juga belum menunjukkan progres signifikan, terutama bagi korban yang tidak memiliki lahan.‎

‎Di sisi lain, GeRAK Bireuen mencatat bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk penanganan dampak banjir di wilayah tersebut. Di antaranya sekitar Rp86,1 miliar untuk bantuan stimulan perbaikan rumah bagi 4.347 kepala keluarga, serta sekitar Rp4 miliar untuk penanganan bencana.‎

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.