Warga Desak Pemerintah Ganti Kosa Kata Tsunami Jadi Smong dalam KBBI

Ahmad - habadaily
26 Des 2018, 12:14 WIB
Warga Desak Pemerintah Ganti Kosa Kata Tsunami Jadi Smong dalam KBBI Tugu Smong di Simeulue Timur | Ahmad

HABADAILY.COM - Warga Simeulue mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan kosa kata "Smong" sebagai pengganti "Tsunami" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pasalnya, kosa kata "smong", yang berarti bencana alam gelombang laut besar naik ke daratan setelah terjadi gempa bumi, sudah terlebih dulu dipergunakan dibandingkan tsunami.

"Akhir tahun 2004 lalu saya mengetahui nama tsunami itu, yang saya tahu hanya nama smong dan tsunami itu bahasa asing. Kenapa pemerintah mudah sekali mengadopsi bahasa asing?" Kata Amir Hamzah salah satu warga Sinabang, Selasa (26/12/2018).

Hal senada disampaikan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Simeulue, Herman Hidayat. Dia bahkan khawatir penggunaan smong untuk menyebut gelombang tinggi yang mematikan tersebut justru dicaplok oleh negara lain.

"Kami sebagai generasi muda sangat khawatir bila kosa kata smong ini akan terlupakan di masa yang akan datang," ujarnya.

Dia juga meminta pemerintah untuk mewajibkan penggunaan kata smong dalam muatan lokal di setiap sekolah. "Sebab ini sangat aneh sekali, kok bahasa asing dipelihara," ujar Herman lagi.

Herman mengungkapkan kosa kata smong lahir dari rahim bahasa Simeulue. Warga setempat menyebutkan smong untuk ombak pembunuh tersebut tepat setelah terjadinya gempa bumi besar yang melanda Simeulue pada 1907.

Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Simeulue dan Pemerintah Aceh turut bertanggungjawab untuk memasukkan kosa kata smong dalam muatan lokal di seluruh sekolah, di Aceh. 

Sementara itu, mantan Bupati Simeulue, Darmili, mengungkapkan smong telah menjadi rujukan bagi sejumlah peneliti asing terkait gelombang tinggi yang merenggut ratusan ribu nyawa manusia pasca 2004 lalu. Lembaga internasional di bawah payung UN seperti International Strategy for Disaster Reduction (ISDR) bahkan telah mengganjar penghargaan kepada masyarakat Simeulue pada 12 Oktober 2005 lalu di Bangkok, Thailand.

"Saya langsung yang menerima penghargaan dunia itu. Dunia mengakui kearifan lokal Smong Simeulue, sebab kearifan lokal tentang kebencanaan itu telah dikenal sejak tahun 1907 lalu, dan telah terbukti saat bencana alam tahun 2004 lalu telah menyelamatkan warga Simeulue dari terjangan gelombang besar dari laut naik ke darat setelah gempa bumi," kata Darmili.

Tuntutan serupa juga datang dari Moris, seorang budayawan, penyair, dan penulis Simeulue. Dia meminta pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam dan mendesak smong masuk dalam KBBI. 

Desakan yang muncul dari berbagai kalangan ini berimbas positif di lingkungan Pemkab Simeulue dengan menggantikan kata "Tsunami" dalam berbagai event, menjadi kata "Smong". Pihak pemerintah Simeulue juga telah membangun satu Tugu Smong di masa kepemimpinan Riswan NS di Teluk Sinabang, Simeulue Timur.[bna]

Loading...