HABADAILY.COM - Di balik setiap helai kain yang dikenakan, tersimpan kisah panjang tentang warisan dan jati diri. Di Aceh Barat Daya (Abdya), salah satu cerita itu hidup dalam Motif Rumpun Biluluk, sebuah ragam hias khas yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna tentang kehidupan dan kebersamaan. Keragaman dan keunikan seni budaya selalu memiliki daya tarik tersendiri, sekaligus menjadi identitas penting bagi suatu etnis dan daerah.
Asal Mula Motif Rumpun Biluluk
Motif Rumpun Biluluk terinspirasi dari anyaman daun kelapa muda yang dibentuk berumpun. Dari proses yang terlihat sederhana itu, lahir filosofi mendalam tentang kebersamaan, keterikatan, dan kekuatan dalam satu ikatan.
Nilai-nilai ini diwariskan oleh para indatu (leluhur) sebagai cerminan kehidupan sosial masyarakat Aceh yang selalu terhubung dan saling menguatkan.

Ragam Motif Rumpun Biluluk
Duta Inong Wisata Abdya, Srikandi Arman, turut memberikan pencerahan mengenai filosofi warna pada motif yang menjadi identitas kebanggaan Abdya ini.
"Secara tradisional, motif ini dominan menggunakan kombinasi warna kuning, merah, hijau, dan hitam. Warna-warna ini mewakili elemen Pinto Aceh dan filosofi masyarakat Aceh secara umum. Saat ini, banyak motif baru yang terus dikembangkan pada pakaian agar bisa digunakan oleh semua kalangan," kata Srikandi kepada Habadaily.com, Sabtu (18/04/2026).
Srikandi juga menjelaskan bahwa kekayaan motif tersebut kemudian diangkat ke dalam busana tradisional. Sentuhan warna khas seperti emas, merah, dan hijau biasanya berpadu dengan elegan di atas kain berwarna gelap.