Simfoni Benang Emas di Ujung Jari Pengrajin Kasab Abdya

April 16, 2026 - 13:21
Pasangan Duta Wisata Aceh Barat Daya 2025, Najman Riadhi dan Srikandi Arman. (FOTO: HO I Duta Wisata Abdya 2025).
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Di sebuah sudut tenang Gampong Padang, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), kilau benang emas bercerita lebih dari sekadar keindahan. Ia adalah jejak tradisi, kesabaran, dan ketekunan yang terus hidup di tangan terampil para pengrajin Kasab.

Di sebuah rumah produksi sederhana, lembaran kain beludru hitam terbentang dengan sulaman benang emas yang memikat. Kasab bukan sekadar kerajinan; bagi masyarakat Abdya, ia adalah identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.

Duta Wisata sebagai Jembatan Informasi
Pasangan Duta Wisata Aceh Barat Daya 2025, Najman Riadhi dan Srikandi Arman, menaruh perhatian besar pada kekayaan ini. Keduanya berperan aktif sebagai brand ambassador untuk menyebarluaskan pesona Kasab Abdya ke kancah yang lebih luas.

"Kasab dari Abdya sudah dipasarkan hingga ke luar daerah, bahkan pernah mendapat pesanan sampai ke Jakarta. Pemasarannya dilakukan melalui pameran daerah seperti PKA, kegiatan Ibu TP PKK, hingga pesanan instansi. Saat ini, kami juga mulai mendorong pemasaran melalui media sosial untuk memperluas jangkauan pasar," ujar Najman Riadhi kepada Habadaily.com, Kamis (16/04/2026).

Simfoni Benang Emas di Ujung Jari Pengrajin Kasab Abdya. (FOTO: HO I Duta Wisata Abdya 2025).

Filosofi dan Ketelitian Tinggi
Najman menjelaskan bahwa Kasab Abdya memiliki keistimewaan tersendiri. Motif-motifnya sarat akan filosofi yang menggambarkan keindahan alam, nilai kehidupan, hingga simbol kemuliaan. Itulah sebabnya kain ini selalu hadir dalam momen sakral seperti pernikahan dan upacara adat.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.