“Total debit air yang dapat kami distribusikan saat ini hanya sekitar 40 liter per detik. Pengoperasian instalasi pengolahan air atau WTP dilakukan secara terbatas, disesuaikan dengan kondisi sumber air baku,” jelas Salman.
Menghadapi situasi ini, mereka pun mengimbau masyarakat untuk menampung air saat aliran masih lancar, serta menggunakan air bersih dengan efisien untuk kebutuhan prioritas.
“Kami mengharapkan kesadaran dan kerja sama seluruh pelanggan agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama jika kondisi debit kembali menurun,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Salman, juga mengajak masyarakat yang bermukim di sekitar sumber air baku dan kawasan tangkapan air WTP Darul Imarah untuk ikut berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, keberlangsungan pasokan air bersih sangat bergantung pada kondisi hutan dan ekosistem di sekitar sumber air.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan daerah resapan air, serta tidak melakukan penebangan liar, penggalian, maupun aktivitas eksploitasi sumber daya alam secara ilegal di sekitar sumber air baku. Kelestarian lingkungan menjadi kunci utama keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat,” jelasnya.