Pascabencana di Aceh

Warga di Bireuen Masih Kesulitan Air Bersih

January 24, 2026 - 12:18
Relawan YPANBA memasang satu unit skyhydrant (pemurnian air) guna menyediakan akses air bersih yang aman dan layak konsumsi bagi warga terdampak bencana di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, Bireuen. [Ist]
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh masih menyisakan persoalan serius bagi warga terdampak, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). 

Di Kabupaten Bireuen, keterbatasan akses air bersih masih dirasakan oleh warga yang bertahan di lokasi pengungsian maupun yang mulai kembali ke rumah masing-masing.

Salah satu titik pengungsian berada di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan. Di lokasi ini, sebagian warga masih menggantungkan kebutuhan air bersih dari bantuan kemanusiaan, karena sumber air warga terdampak banjir belum dapat digunakan secara layak. 

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Yayasan Perempuan dan Anak Negeri (YPANBA) bersama Jejaring Masyarakat Kemanusiaan (JMK), dengan dukungan Penabulu Foundation, memasang satu unit skyhydrant (pemurnian air) guna menyediakan akses air bersih yang aman dan layak konsumsi.

Fasilitas skyhydrant tersebut dipasang di area pengungsian utama Meunasah Kubu dan kini dimanfaatkan oleh warga yang masih mengungsi, serta sebagian warga yang telah kembali ke rumah. 

Ketua YPANBA, Ruwaida, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan mendesak dalam situasi pascabencana.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.