“Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak sangat penting, terutama untuk perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok dengan risiko tinggi lainnya. Kami berupaya memastikan distribusi air bersih berjalan lancar setiap hari, sekaligus memastikan adanya ruang aman bagi mereka dalam situasi tanggap darurat yang masih diperpanjang ke depan,” ujar Ruwaida.
Relawan JMK, Olan Alfian, menjelaskan bahwa instalasi skyhydrant yang dipasang dilengkapi dengan tiga tap stand dan dapat langsung digunakan warga untuk kebutuhan air minum.
Selain pemasangan, relawan juga memberikan edukasi kepada warga pengungsi terkait penggunaan air bersih, serta kepada aparatur gampong sebagai penanggung jawab pemantauan kualitas air.
“Skyhydrant ini sifatnya sementara, berupa peminjaman, dan diharapkan bisa mendukung kebutuhan air bersih warga hingga tiga bulan ke depan. Harapannya, pemerintah setempat bisa segera memenuhi kebutuhan air bersih secara permanen, apalagi kita akan segera memasuki bulan Ramadhan,” kata Olan.
Selain instalasi air bersih, sejumlah peralatan pendukung perawatan kualitas air juga telah diserahkan di lokasi pengungsian.
Namun demikian, fasilitas MCK di rumah-rumah warga masih belum sepenuhnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga jika tidak segera ditangani.