Founder Labs Aceh Rakitan, Iskandar, S.Sn., M.Sn yang akrap disapa Tungang, menyampaikan bahwa seni seharusnya hadir secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat, bukan justru terpinggirkan.
“Satu ornamen tidak selalu cocok di semua tempat. Ketika seni kehilangan konteks, para senimannya pun ikut terpinggirkan. Workshop ini penting sebagai ruang refleksi dan praktik bersama,” ungkapnya.
Menurut Iskandar, kolaborasi lintas komunitas dan institusi menjadi kunci agar seni tradisi tidak berhenti sebagai artefak, tetapi terus hidup dan relevan.

Senada dengan itu, Yulfa Haris Saputra menyoroti pentingnya keberlanjutan ruang praktik seni di tengah pesatnya perkembangan teknologi.