"Tim vaksinasi diturunkan untuk memberikan imunisasi tambahan kepada balita di wilayah terdampak. Tujuannya agar mereka tidak membawa atau tertular penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) saat menempati huntara," kata Ferdiyus, dalam siaran persnya, Senin (05/01/2025).
Kata Ferdiyus, untuk menekankan bahwa kecepatan dan pemerataan cakupan vaksinasi adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan kelompok rentan di tengah kondisi darurat. Upaya ini diharapkan dapat memutus mata rantai penularan penyakit yang sering kali meningkat setelah bencana banjir.
"Kami sangat mengharapkan partisipasi penuh dari para orang tua untuk segera membawa anaknya mendapatkan imunisasi tambahan ini. Ini adalah langkah kolektif kita untuk melindungi kesehatan individu anak sekaligus mencegah potensi wabah di lingkungan huntara," pungkasnya.