Di Balik Genangan, Ada Harapan
Kilas Balik Joel Pasee: 'Korban Berjuang Bersama Korban' di Banjir Bandang Aceh Utara
Air Mata dan Solidaritas: Korban Berjuang Bersama Korban.
Meski tidak asing, karena sempat pernah menjadi korban pengungsi korban tsunami 2004 lalu namun Di pengungsian kali ini, lagi-lagi fenomena haru juga terjadi. Joel Pasee menyaksikan dan merasakan langsung betapa kuatnya ikatan persaudaraan di komplek perumahan ini, Di tengah keterbatasan, tidak ada yang menunggu dilayani. Dengan mengusung semangat "Korban Berjuang Bersama Korban", mereka yang sedikit lebih kuat membantu yang lemah. Mereka yang masih memiliki sisa pakaian kering, memakaikannya kepada anak-anak yang menggigil. Joel sendiri, meski berstatus korban, turut bahu-membahu memastikan logistik tersalurkan kepada sesama pengungsi di "bukit penyelamatan" tersebut.
"Kami semua terluka, kami semua kehilangan. Tapi kami sadar, jika kami menunggu orang lain yang tidak merasakan sakit ini untuk bergerak, mungkin terlambat. Maka, tangan yang gemetar ini saling menggenggam. Korban menguatkan korban. Tangis satu orang adalah tangis kami semua, malah kami mengakui bahwa ini belum seberapa ujar Joel dengan nada bergetar jika dibandingkan dengan derita kawan-kawan di aceh tamiang, aceh timur, langsa, sebagian besar Kota Lhokseumawe, aceh utara, bireun, pidie jaya, Pidie Saudara kita di dataran gayo, bener meriah, takengon, gayo luwes bahkan aceh secara dan sumut dan sumbar yang malah sampai saat ini masih banyak terkendala segala hal dalam evakuasi dan penanganan bencana banjir.
Pesan Kebangkitan untuk Aceh
Kini disini di tempat kami, setelah air surut dan masa tanggap darurat berlalu, lumpur mungkin masih tersisa di lantai rumah, namun semangat tidak boleh ikut terbenam. Joel Pasee mengajak seluruh masyarakat Aceh yang terdampak untuk bersabar, dan tidak larut dalam kesedihan.
"Banjir ini mungkin telah menghanyutkan harta benda kita, tapi jangan biarkan ia menghanyutkan harapan kita. Kita telah membuktikan bahwa kita mampu bertahan di titik terendah dengan saling menjaga.

Mari bangkit, bersihkan sisa lumpur, dan bangun kembali kehidupan dengan senyuman, karena kita adalah pejuang, bagi saya mengharap akan cercah harapan besar dari Allah yang maha berencana, jika dulu Tsunami dapat memberi hikmah damai untuk aceh, maka saya juga mengharap hikmah besar terbaik untuk aceh setelah banjir ini, Apa itu? Hanya Allah yang tau,“ ujar joel pasee menambahkan sambil mengusap air mata di ujung pelipis.