Di Balik Genangan, Ada Harapan

Kilas Balik Joel Pasee: 'Korban Berjuang Bersama Korban' di Banjir Bandang Aceh Utara

December 15, 2025 - 12:25
Kilas Balik Joel Pasee: 'Korban Berjuang Bersama Korban' di Banjir Bandang Aceh Utara. (FOTO: Joel Pasee untuk Habadaily.com)

"Musibah 26 November 2025 di Komplek PT. PIM bukan hanya cerita tentang air yang naik, melainkan tentang hati yang lapang dan tangan yang saling menolong" Joel pasee (15 November 2025)

Musik seolah mungkin berhenti sejenak, namun kemanusiaan bernyanyi lebih lantang di tengah bencana. Kilas balik pada tanggal 26 November 2025, menjadi memori kelam yang tak terlupakan bagi warga Aceh - Sumatera, termasuk seniman kebanggaan Aceh, Joel Pasee.

Komplek perumahan PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara, yang biasanya tenang dan asri, hari itu berubah menjadi lautan air keruh yang deras. Banjir bandang menerjang tanpa permisi, merendam harta benda, memutus akses, dan memaksa ribuan jiwa, ermasuk Joel Pasee, untuk bertaruh nyawa menyelamatkan diri.

Selasa, 25 November 2025. Pukul: 22.00 WIB

Sejak Malam itu suasana mulai Mencekam di lingkungan perumahan Komplek PIM, tepat di perkampungan paloh gadeng, tambon tunong, bangka jaya, Bluka teubai, Cot murong, geulumpang sulu, ujong pacu dan sebagian besar kecamatan Dewantara lainnya, “hanyot hanyot, tulong tulong“ (red-hanyut hanyut, Tolong), Sorak sorai masyarakat dari belakang beton pagar yang kebetulan tepat di depan dayah Abu Mustafa Paloh Gadeng (Alm).

Baca Juga: Bergek Hibur Warga Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Dalam singkat waktu tiba tiba air mengalir deras dari bawah beton pagar yang membanjiri sebagian komplek perumahan. Tidak lama kemudian grub WA warga komplek memberi aba aba signal Siaga 1, sentak saya keluar dengan motor dan memeriksa kondisi alur sungai yang jaraknya hanya beberapa meter dari kediaman, sempat juga ke depan jalan negara melihat lalu lintas yang macet dengan genangan air yang mencapai dada orang dewasa, setelah satu jam melihat kondisi di luar rumah Joel dan istripun beristirahat sambil menenangkan anak-anak.

Kilas Balik Joel Pasee: 'Korban Berjuang Bersama Korban' di Banjir Bandang Aceh Utara. (FOTO: Joel Pasee untuk Habadaily.com)

Rabu, 26 November 2025. Pukul: 05.30 WIB

Usai shalat shubuh pagi itu, Suasana sedikit lebih dingin dari biasanya, betapa tidak air sungai ternyata sudah mulai mengairi jalan-jalan komplek dan memberi signal tidak baik, tidak menunggu waktu lama Joel lansung bergegas menyelematkan berkas-berkas penting dan barang-barang lainnya ke atas lemari sambil memasukkan beberapa pakaian ke dalam tas sebagai persiapan menuju titik pengungsian yang telah ditetapkan dalam grub WA komplek.

Baca Juga: Cut Zuhra: Aroma di Aceh Tamiang Sudah Warna Warni, Ini Seperti Tsunami Kedua

Siapa sangka, Ternyata tim Satgas dan para medis PT.Pim dan RS Prima Inti Medika sudah sejak semalam mengevakuasi pasien RS Prime ke gedung serbaguna dan sebagiannya ke RS.Arun semua tampak di luar logika, bahkan sampai pukul 10 pagi itu air mulai masuk ke dalam rumah dan semua masih seperti mimpi, Joel sempat memindahkan kendaraan ke daratan yang lebih tinggi lalu ikut serta menolong Satgas mengeluarkan beberapa warga komplek yang masih menunggu proses evakuasi secara bertahap.

Saat air bah datang menerjang pada tanggal 25 November lalu, status "seniman" luruh seketika, berganti menjadi status "penyintas". Joel Pasee, sosok yang biasa menghibur masyarakat dengan lirik-lirik puitisnya, mendapati dirinya berada di tengah pusaran drama nyata.

"Tidak ada persiapan. Air naik begitu cepat, membawa lumpur dan dingin yang menusuk tulang. Saat itu, yang terpikir bukan lagi tentang menyelamatkan aset atau karya, tapi bagaimana napas kami dan tetangga masih bisa berhembus besok pagi," kenang Joel dengan mata berkaca-kaca.

Bersama ratusan warga lainnya, Joel terpaksa mengungsi ke dataran yang lebih tinggi di dalam area komplek tersebut. Selama sepekan penuh, di bawah atap bberapa rumah tumpangan yang dijadikan titik pengungsian antara lain Gedung Pertemuan, Jl Geurutèë dan Jl Seulawah atas, mereka berbagi ruang yang sempit, satu sama lain berbagi jatah makanan yang terbatas, dan berbagi kecemasan yang sama akan nasib rumah mereka yang tenggelam.

Kamis, 27 November 2025. Pukul: 08.30 WIB

Hari kedua di pengungsian, Pagi itu masih bersama Tim Satgas yang siap siaga melintas ke dalam air deras demi menyelematkan warga yang terjebak dalam air atau bahkan barang-barang berharga lainnya Joel juga siap untuk melakukannya demi kebersamaan warga komplek dan kemanusiaan. Meski bermodal boat skoci fiber kecil Joel dan rekan2 lainnya melintasi air di dalam komplek yang ternyata setelah diukur kedalam air sudah mencapai 2 Meter dari tanah, suasana hati bercampur aduk antara sedih, takut bahkan sampai setelah 2x trip patroli pagi dan siang.

Kilas Balik Joel Pasee: 'Korban Berjuang Bersama Korban' di Banjir Bandang Aceh Utara. (FOTO: Joel Pasee untuk Habadaily.com)

Jumat, 28 November 2025. Pukul: 10.00 WIB

Suasana hati mulai sedikit tegang, saat melihat ke kebutuhan logistik mulai menipis, akhirnya bersama pak faisal yang juga ikut mengungsi di tempat yang sama joel pasee turun menerjang banjir dan menaiki rakit drum yang dibuat warga madat menyebrang hingga ke daratan gampong paloh lada, dari situ kemudian bermodal kendaraan roda dua pinjaman keluarga joel melintas ke keudee krueng Geukueh untuk berbelanja dan mencari logistik lainnya sesuai kebutuhan selama pengungsian.
Sulit benar mencari barang yang dibutuhkan waktu itu, semua serba terbatas, butuh keluar masuk dari satu toko ke toko lainnya, namun meski tidak lengkap sesuai dengan yang telah dituliskan oleh warga yang mengungsi karena waktu sudah menunjukkan sore hari dan hampir senja terpaksa joel dan rekan harus kembali ke pangkalan rakit yang hampir menutup tripnya hari itu dan kembali masuk ke pengungsian pukul 16.00 Wib.  Begitulah kondisi selama sepekan berlansung secara rutin.

Air Mata dan Solidaritas: Korban Berjuang Bersama Korban.
Meski tidak asing, karena sempat pernah menjadi korban pengungsi korban tsunami 2004 lalu namun Di pengungsian kali ini, lagi-lagi fenomena haru juga terjadi. Joel Pasee menyaksikan dan merasakan langsung betapa kuatnya ikatan persaudaraan di komplek perumahan  ini, Di tengah keterbatasan, tidak ada yang menunggu dilayani. Dengan mengusung semangat "Korban Berjuang Bersama Korban", mereka yang sedikit lebih kuat membantu yang lemah. Mereka yang masih memiliki sisa pakaian kering, memakaikannya kepada anak-anak yang menggigil. Joel sendiri, meski berstatus korban, turut bahu-membahu memastikan logistik tersalurkan kepada sesama pengungsi di "bukit penyelamatan" tersebut.

Baca Juga: Seniman Bireuen Peduli: 'Anak Kecil Itu Berlari Minta Air Minum', Air Mata Menetes Saat Distribusikan Bantuan

"Kami semua terluka, kami semua kehilangan. Tapi kami sadar, jika kami menunggu orang lain yang tidak merasakan sakit ini untuk bergerak, mungkin terlambat. Maka, tangan yang gemetar ini saling menggenggam. Korban menguatkan korban. Tangis satu orang adalah tangis kami semua, malah kami mengakui bahwa ini belum seberapa ujar Joel dengan nada bergetar jika dibandingkan dengan derita kawan-kawan di aceh tamiang, aceh timur, langsa, sebagian besar Kota Lhokseumawe, aceh utara, bireun, pidie jaya, Pidie Saudara kita di dataran gayo, bener meriah, takengon, gayo luwes bahkan aceh secara dan sumut dan sumbar yang malah sampai saat ini masih banyak terkendala segala hal dalam evakuasi dan penanganan bencana banjir.

Pesan Kebangkitan untuk Aceh
Kini disini di tempat kami, setelah air surut dan masa tanggap darurat berlalu, lumpur mungkin masih tersisa di lantai rumah, namun semangat tidak boleh ikut terbenam. Joel Pasee mengajak seluruh masyarakat Aceh yang terdampak untuk  bersabar, dan tidak larut dalam kesedihan.

"Banjir ini mungkin telah menghanyutkan harta benda kita, tapi jangan biarkan ia menghanyutkan harapan kita. Kita telah membuktikan bahwa kita mampu bertahan di titik terendah dengan saling menjaga.

Kilas Balik Joel Pasee: 'Korban Berjuang Bersama Korban' di Banjir Bandang Aceh Utara. (FOTO: Joel Pasee untuk Habadaily.com)

Mari bangkit, bersihkan sisa lumpur, dan bangun kembali kehidupan dengan senyuman, karena kita adalah pejuang, bagi saya mengharap akan cercah harapan besar dari Allah yang maha berencana, jika dulu Tsunami dapat memberi hikmah damai untuk aceh, maka saya juga mengharap hikmah besar terbaik untuk aceh setelah banjir ini, Apa itu? Hanya Allah yang tau,“ ujar joel pasee menambahkan sambil mengusap air mata di ujung pelipis.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.