Banjir Aceh 2025
Seniman Bireuen Peduli: 'Anak Kecil Itu Berlari Minta Air Minum', Air Mata Menetes Saat Distribusikan Bantuan

Meski kesehariannya para seniman Bireuen, lekat dengan tawa dan keceriaan, Rafiul menuturkan bahwa mereka tidak kuasa menahan tangis saat berhadapan langsung dengan para korban banjir bandang.
“Saat sampai ke lokasi, kami yang kesehariannya sebagai periang, namun, saat melihat para korban banjir bandang tidak ada satupun yang mampu menahan air mata. Semuanya nangis. Kami berangkat sekitar 10 orang. Tidak ada satupun yang enggak nangis. Kami terharu dengan ketabahan hati para warga,” ujar Piul dengan nada sesak.
Teuku Rafiul Razi menegaskan bahwa meskipun besaran donasi yang disampaikan terbilang sedikit, aksi ini murni didasarkan pada rasa kemanusiaan dan semangat "korban bantu korban."