Banjir Aceh 2025

Seniman Bireuen Peduli: 'Anak Kecil Itu Berlari Minta Air Minum', Air Mata Menetes Saat Distribusikan Bantuan

December 14, 2025 - 15:28
Seniman Bireuen Peduli korban banjir bandang Aceh 2025. (FOTO: untuk Habadaily.com)

HABADAILY.COM - Bencana banjir bandang yang melanda melululantakkan sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh, khususnya yang turut berdampak ke Kabupaten Bireuen, telah mengundang keprihatinan mendalam dari kalangan seniman setempat. Merespons kondisi darurat tersebut, para seniman Bireuen bergerak cepat membuka donasi kemanusiaan.

Mengusung nama Seniman Bireuen Peduli, donasi ini dibuka sejak tanggal 6 Desember 2025. Setelah berhasil mengumpulkan bantuan dari berbagai pihak, tim seniman kemudian mendistribusikan logistik pada Kamis (11/12/2025).

Bantuan yang berhasil disalurkan cukup beragam, mencakup kebutuhan sandang dan pangan. Di antaranya adalah pakaian untuk pria dan wanita, kebutuhan anak-anak seperti pampers, susu, minyak telon, serta softeks, beras, pakaian dalam, snack anak-anak, kurma, air mineral, dan mi instan.

Teuku Rafiul Razi, perwakilan Seniman Bireuen Peduli mengaku, bantuan tersebut disalurkan ke beberapa lokasi terdampak parah, yaitu Desa Kuala Ceurape, Desa Kubu, dan Desa Teupin Raya, yang ketiganya berada di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.

Rafiul menceritakan momen pilu yang mereka saksikan saat proses distribusi.

“Anak-anak kecil, mereka sampai kejar kejar mobil bantuan yang lewat untuk minta air mineral dan snack,” kenang Rafiul, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga: Istri Gubernur Aceh: Ayo Sini Anak Anak, Antri yang Sabar Ya

Baca Juga: Influencer Turki, Tugba: Terharu Ketika Anak Korban Banjir Bandang di Aceh Butuh Al-Qur'an

Baca Juga: Kilas Balik Joel Pasee: 'Korban Berjuang Bersama Korban' di Banjir Bandang Aceh Utara

Di wilayah tersebut, kerusakan rumah warga dilaporkan mencapai 90 persen, bahkan ada yang tertimbun tanah dan kayu hingga belum bisa dibersihkan.

Seniman Bireuen Peduli korban banjir bandang Aceh 2025. (FOTO: untuk Habadaily.com)

Meski kesehariannya para seniman Bireuen, lekat dengan tawa dan keceriaan, Rafiul menuturkan bahwa mereka tidak kuasa menahan tangis saat berhadapan langsung dengan para korban banjir bandang.

“Saat sampai ke lokasi, kami yang kesehariannya sebagai periang, namun, saat melihat para korban banjir bandang tidak ada satupun yang mampu menahan air mata. Semuanya nangis. Kami berangkat sekitar 10 orang. Tidak ada satupun yang enggak nangis. Kami terharu dengan ketabahan hati para warga,” ujar Piul dengan nada sesak.

Teuku Rafiul Razi menegaskan bahwa meskipun besaran donasi yang disampaikan terbilang sedikit, aksi ini murni didasarkan pada rasa kemanusiaan dan semangat "korban bantu korban."

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.