Membahas Meuseuraya Akbar dan Ekspedisi Gabungan
MAPESA dan Beulangong Tanoh Adakan Rapat Kolaborasi di Pidie
"Disini kami terus berupaya mengungkap sejarah Islam di Aceh secara lebih mendalam dan akurat dengan Menyampaikan hasil penelitian kepada masyarakat luas dalam bentuk yang mudah dipahami dan Menjaga kelestarian situs-situs sejarah sebagai bukti fisik dari sejarah Aceh," sebut Taqiyuddin.
.jpeg)
Taqiyuddin Muhammad yang merupakan Pembina Mapesa juga menyatakan bahwa kegiatan ini, pihaknya berkolaborai dengan Komunitas Beulangong Tanoh, dimana tidak hanya bertujuan untuk menyelamatkan situs-situs bersejarah, melainkan juga sebagai jalan awal untuk penelitian dan pengkodifikasian Sejarah Islam di Aceh yang mana masih diperlukan banyak bahan-bahan orisinil salah satunya melalui bate jrat (nisan).
"Pidie merupakan salah satu wilayah di Aceh yang banyak peninggalan sejarahnya sehingga berpotensi besar menjadi bahan penelitian. Bagaimana caranya kita harus menulis sejarah negeri kita sendiri, bukan oleh orang-orang luar yang tidak paham dengan Aceh," ujarnya.
"Kegiatan Meuseuraya Akbar dijadwalkan pada bulan Mei mendatang dan didukung penuh oleh Dana Indonesiana dan LPDP," demikian Taqiyuddin.