Membahas Meuseuraya Akbar dan Ekspedisi Gabungan

MAPESA dan Beulangong Tanoh Adakan Rapat Kolaborasi di Pidie

January 21, 2025 - 21:16
Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) melakukan diskusi kolaborasi dengan Komunitas Beulangong Tanoh dengan mengelar rapat kolaborasi terkait kegiatan Meuseuraya Akbar dan Ekspedisi Gabungan, pada bulan Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Habbit Coffe Kota Sigli, Senin (21/01/2025). (Foto: MAPESA untuk Habadaily.com)

HABADAILY.COM - Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) melakukan diskusi kolaborasi dengan Komunitas Beulangong Tanoh dengan mengelar rapat kolaborasi terkait kegiatan Meuseuraya Akbar dan Ekspedisi Gabungan, pada bulan Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Habbit Coffe Kota Sigli, Senin (21/01/2025).

Pembina MAPESA, Taqiyuddin Muhammad, menyampaikan kegiatan tersebut akan membahas terhadap persiapan kegiatan Meuseuraya Akbar yang merupakan kegiatan penyelamatan sekaligus kampanye akan pentingnya menjaga situs warisan budaya dan kegiatan tersebut yang akan berpusat di Gampong Cot Gunduek Kabupaten Pidie.

Seperti diketahui, MAPESA adalah sebuah organisasi yang berdedikasi untuk melestarikan sejarah dan kebudayaan Aceh, dengan Melakukan penelitian terhadap situs-situs sejarah, terutama makam-makam tua, untuk menggali informasi tentang sejarah Aceh.

Selain itu, MAPESA juga melakukan upaya pelestarian terhadap situs-situs sejarah, seperti membersihkan, memperbaiki, dan mendokumentasikan.

Serta mensosialisasikan pentingnya sejarah Aceh kepada masyarakat luas, terutama generasi muda, serta mengorganisir kegiatan gotong royong untuk membersihkan dan merawat situs-situs sejarah.

"Disini kami terus berupaya mengungkap sejarah Islam di Aceh secara lebih mendalam dan akurat dengan Menyampaikan hasil penelitian kepada masyarakat luas dalam bentuk yang mudah dipahami dan Menjaga kelestarian situs-situs sejarah sebagai bukti fisik dari sejarah Aceh," sebut Taqiyuddin.

Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) melakukan diskusi kolaborasi dengan Komunitas Beulangong Tanoh dengan mengelar rapat kolaborasi terkait kegiatan Meuseuraya Akbar dan Ekspedisi Gabungan, pada bulan Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Habbit Coffe Kota Sigli, Senin (21/01/2025). (Foto: MAPESA untuk Habadaily.com)


Taqiyuddin Muhammad yang merupakan Pembina Mapesa juga menyatakan bahwa kegiatan ini, pihaknya berkolaborai dengan Komunitas Beulangong Tanoh, dimana tidak hanya bertujuan untuk menyelamatkan situs-situs bersejarah, melainkan juga sebagai jalan awal untuk penelitian dan pengkodifikasian Sejarah Islam di Aceh yang mana masih diperlukan banyak bahan-bahan orisinil salah satunya melalui bate jrat (nisan).

"Pidie merupakan salah satu wilayah di Aceh yang banyak peninggalan sejarahnya sehingga berpotensi besar menjadi bahan penelitian. Bagaimana caranya kita harus menulis sejarah negeri kita sendiri, bukan oleh orang-orang luar yang tidak paham dengan Aceh," ujarnya.

"Kegiatan Meuseuraya Akbar dijadwalkan pada bulan Mei mendatang dan didukung penuh oleh Dana Indonesiana dan LPDP," demikian Taqiyuddin.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.