Dalam layanan perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh mengusung konsep ‘Mall Baca’ yang menawarkan 18 fasilitas, seperti ruang baca anak, ruang baca umum, ruang referensi, ruang untuk penyandang disabilitas, pentas seni, library theater, kafe, dan lainnya. Fasilitas ini dikunjungi rata-rata 1.000 orang setiap harinya.
Sementara itu, untuk layanan arsip, dinas ini telah mengembangkan kunjungan diorama dan pemutaran film terkait sejarah dan arsip guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kearsipan.
Menurut Edi, dukungan dan partisipasi dari semua pihak sangat penting dalam meningkatkan minat baca di Aceh sebagai upaya mencerdaskan generasi mendatang.
“Kami mengharapkan dorongan dan dukungan dari seluruh pihak demi mencerdaskan generasi Aceh di masa depan,” kata Edi Yandra. []