Ia juga mendorong para pengrajin untuk berbagi ilmu dengan komunitas mereka, bekerja sama dalam kelompok untuk memenuhi pesanan besar, dan terus belajar dari berbagai sumber, termasuk media sosial. Mellani berharap para pengrajin dapat menghidupkan kembali motif-motif tradisional yang mulai punah dan memanfaatkan kekayaan lokal.
Instruktur pelatihan, desainer top Indonesia Bustam Effendi yang akrab disapa Vinto, menekankan bahwa pelatihan ini lebih fokus pada finishing produk, untuk meningkatkan nilai jual anyaman.
"Kami berharap produk anyaman di Aceh dapat menampilkan kekhasan daerah Aceh dan memiliki daya saing tinggi," kata Vinto. Ia juga berharap Dinas UKM Aceh dapat terus mendukung para pengrajin anyaman.
Di sisi lain, salah satu peserta pelatihan, Nur Akmal asal Pidie Jaya, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelatihan yang diberikan.
"Banyak ilmu yang kami dapatkan selama pelatihan ini. Kami berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar untuk lebih meningkatkan keterampilan para pengrajin anyaman," ungkapnya.