"Aceh butuh figur gubernur yang mempunyai integritas, kapabilitas, dan paham isu sosial politik ekonomi. Berdasarkan itu, USK memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," sebut Cut Maya.
Lebih dari itu, ia juga menyebut bahwa selain diskusi ilmiah, kampus juga berikhtiar besar dalam membangun budaya politik yang sehat bagi masyarakat. Ini termasuk mendorong keterlibatan dalam proses demokrasi dan menghindari sikap apatis terhadap agenda politik lokal maupun nasional.
"Diskusi ilmiah ini menjadi salah satu kontribusi USK jelang Pilkada 2024," tambahnya.
Terakhir, rektor Marwan kembali mengingat pentingnya mempertahankan perdamaian di Aceh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, seperti yang telah dituangkan dalam MoU Helsinki tahun 2005.
“Harapan masyarakat ini harus diwujudkan melalui kepemimpinan yang mampu meningkatkan posisi dan daya tawar Aceh di kancah nasional,” tegasnya.