Selain itu, film-film Indonesia yang mengangkat tema Islami pun tak bisa dinikmati secara langsung di bioskop. Hal ini menimbulkan rasa kecewa bagi masyarakat Aceh yang ingin menonton film dengan nilai-nilai positif.
Baca Juga:Mengenal Sang Maestro Rapa'i Pase 'Syehk Duad' Lewat Film
Meskipun Aceh memiliki aturan yang melarang percampuran laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, masyarakat meyakini bahwa bioskop syariah dapat menjadi solusi. Bioskop dengan pemisahan tempat duduk antara laki-laki dan perempuan diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat Aceh untuk menonton film tanpa melanggar norma agama.
"Kami berharap adanya Bioskop syariah, dimana masyarakat di Aceh bisa menikamati film film layer lebar. Selain untuk sebuah tontonan biosko syariah di Aceh nantinya juga bisa dijadikan sebagai tempat edukasi bagi Pendidikan," ujar Agus.
Kurangnya akses terhadap bioskop di Aceh menjadi sorotan utama. Hal ini menghambat masyarakat untuk menikmati film-film terbaru dan mengikuti perkembangan dunia perfilman Indonesia.