Halaman mesjid ini pun berfungsi sebagai alun-alun. Alun-alun ini disebut taman Khayyali yang letaknya di depan mesjid dan dekat dengan pintu utara istana (Dalam) dan di dalamnya terdapat sebuah balai tempat berkuda, sehingga disebut taman Khayyali atau Lapangan tempat berkuda. Selain itu dilapangan tersebut terdapat batu tempat bersumpah (singgasana sumpah) yang dalam kitab ini menjadi tempat duduk raja dalam acara resmi.
Secara umum dari gambaran di atas menggambarkan bahwa tata letak Taman Bustanussalatin adalah sebuah taman yang luas dan ditengahnya mengalir sungai Darul ‘Isyki (Krueng Daroy).
Di kanan Krueng Daroy ada taman Ghairah tempat Pinto Khop berada. Agak jauh dari Taman Ghairah masih disebelah kanan Krueng Daroy terdapat Medan Khairani yang di tengahnya terdapat Gunongan, secara umum taman ini menunjukkan kebesaran dan kemegahan sebuah kerajaan dengan konsep Kota Firdausi, dengan sungai-sungai yang indah mengalir di dalamnya.
Artikel ini: Hasil kerjasama Museum Aceh dengan Habadaily.com