kitab inilah yang paling lengkap menceritakan kisah raja-raja Melayu khususnya kerajaan Aceh Darussalam termasuk merekam jejak perjalanan istana kerajaan Aceh dan sruktur kenegaraan. kitab ini memiliki nilai historis yang bernilai tinggi yang menjadi rujukan para sejarawan dan peneliti dalam melakukan berbagai kajian dari masa ke masa.
Kitab Bustanussalatin bersifat religius historis yang berfokus pada teologi historis dimana didalamnya dilukiskan gambaran dinamis tentang penciptaan alam semesta dan kelanjutan prosesnya. Serta dilanjutkan dengan pembahasan sejarah dunia Melayu.
Bila di cermati dari segi isinya kitab ini terbagi atas 7 bab dan terdiri dari 40 pasal, yang dimulai dari wujud penciptaan alam semesta, penciptaan Nur Muhammad, pada bab selanjutnya uraian wilayah kekuasaan Aceh dan Melayu, hukum-hukum dan qanun yang diterapkan dalam mrnjalankan roda pemerintahan, selanjutnya dibahas tentang etika seorang pemimpin, penegakan hukum dan keadilan sosial di masyarakat, hingga pembahsan mengenai pengajaran, pendidikan dan kisah-kisah yang memberi i`tibar kepada para pembaca.
Keberadaan taman Bustanussalatin telah menarik banyak pihak untuk mengkaji bahkan merekonstruksi bentuk taman tersebut dengan berpedoman pada penjelasan dalam kitab Bustanussalatin tersebut sebagai sumber primernya.
Bustanussalatin (taman raja raja) merupakan taman istana tempat bersantai keluarga kerajaan. Taman ini memiliki luas sekitar 3000 meter persegi yang terbentang sepanjang Krueng Daroy (Darul ‘Isyki) yang melintasi Gunongan, Pinto Khop, Kandang hingga Mesjid Raya.
Lebih lanjut kitab Bustanussalatin menjelaskan bahwa di sebelah kanan Krueng Daroy terdapat suatu lapangan yang sangat luas bernama Medan Khairani dan di tengah lapangan itu ada gunung yang di puncaknya terdapat menara. Gunung yang di maksud adalah bangunan Gunongan.
Berkaitan dengan Mesjid Raya, sebagaimana lazimnya sebuah mesjid besar, mesjid ini memiliki halaman yang luas yang pada waktu-waktu tertentu digunakan untuk perayaan hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha dan juga digunakan masyarakat untuk sholat.