“Kegiatan ini pula sekaligus menunjukkan kepada kita semua betapa besarnya perhatian semua pihak untuk keberlanjutan pembangunan dan perdamaian terutama di Aceh,” kata Nova.
Ia menambahkan, dukungan itu akan semakin mendorong Pemerintah Aceh untuk lebih kencang memacu proses pembangunan dan perdamaian di Aceh. Tema yang diusung menurutnya mampu menyajikan sebuah telaahan menarik, soal bagaimana sebenarnya kondisi Aceh paling kurang lima sampai 10 tahun mendatang.
Banyak hal yang diulas, baik masalah pembangunan bidang sosial, politik, perdamaian, syariat islam, budaya serta peradaban, termasuk juga sektor wisata hingga yang lebih spesifik, seperti masalah pendidikan era digital dan pandemi.
Besarnya cakupan pembahasan ini telah memberikan ruang kepada seluruh tokoh dan intelektual untuk tampil berbicara menurut bidang masing-masing.
“Sehingga dapat kami katakan konferensi ini merupakan bentuk dari Participatory Development dari seluruh komponen masyarakat dengan berbagai disiplin ilmu yang dimiliki,” tuturnya.