"Sebagai dewan juri, saya melihat perkembangan Ratoh Jaroe sudah sangat menggairahkan di Aceh, terutama mulai digemari para pelajar tingkat SLTP dan SLTA. Banyak sekolah yang sudah membentuk grup tari ratoh jaroe," katanya.
Dek Gam menyebutkan, Ratoh Jaroe merupakan gerakan tari yang mengkombinasikan beberapa tari duduk yang ada di Aceh dan dijadikan sebuah tari kreasi yang kekinian.
“Penamaan Ratoh Jaroe berasal dari kata ‘ratoh’ yang artinya berdzikir dan ‘jaroe’ yang artinya tangan. Penggabungan keduanya bisa diterjemahkan sebagai berdzikir sambil memainkan gerak tangan atau menari,” ungkapnya.
Tari Ratoh Jaroe merepresentasikan semangat dan keanggunan perempuan Aceh yang terkenal tangguh sejak dahulu. Pemberani, pantang menyerah, pantang mundur, militan, dan sangat kompak antara satu dengan lainnya. Sedangkan gerakan di dalam tarian Ratoh Jaroe berangkat dari unsur kebersamaan dan kekompakan yang didominasi oleh kombinasi gerakan tangan serta badan.
"Harapan saya ke depan, lebih banyak lagi sanggar atau sekolah yang mempelajarinya agar bisa bersaing di tingkat nasional. Sebab, kini di ibukota tari Ratoh Jaroe merupakan tarian favorit bagi pelajar Jakarta. Selain itu tari Ratoh Jaroe juga telah mendapat HAKI atau hak kekayaan intelektual dari pemerintah," pungkas Yusri Saleh.