Selain memperebutkan Piala Gubernur Aceh, festival ini menyediakan hadiah uang tunai dengan total sebesar Rp36,5 juta plus plakat dan piagam penghargaan. Untuk juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp10 juta, juara kedua Rp8,5 juta, dan juara ketiga Rp7 juta.
Selanjutnya juara harapan pertama mendapatkan Rp5,5 juta, harapan kedua Rp3,5 juta, dan juara harapan ketiga Rp2 juta. Rangkaian hadiah uang tunai tersebut dipotong pajak.
“Festival Ratoh Jaroe 2021 mengusung tema Keindahan Seni Aceh. Tema ini diangkat karena Ratoh Jaroe juga merupakan salah satu keindahan seni tari yang ada di Aceh yang sudah mendunia, sama seperti tari Saman," papar Nurlaila Hamjah.
Nurlaila menjelaskan, tim penilai Festival Ratoh Jaroe 2021 melebatkan lama orang juri. Empat juri dari Aceh yaitu Khairul Anwar, Sabri Gusmail, Yusri Sulaiman Asyek, dan Jamal Abdullah serta serta juri dari Jakarta yakni Yusri Saleh yang digelari sebagai ‘The King of Ratoeh Jaroe’.
KRITERIA PENILAIAN
Menurut Yusri Saleh, satu group tari terdiri dari 10 sampai 20 penari perempuan, mengingat tari Ratoh Jaroe ini memang dikhususkan buat perempuan, dimana para penarinya diiringi oleh 2 pengiring dengan menggunakan rapai.
"Kriteria penilaiannya meliputi rukun, kualitas gerak, iringan musik, tata rias dan busana, kreativitas atau inovasi, dan penyajian karya," terang Yusri, seniman yang akrab disapa Dek Gam ini.
Seniman bergelar ‘The King of Ratoh Jaroe’ ini melihat tarian tradisional ini semakin diminati kalangan muda Aceh.