“Kapal Aceh Hebat ini sangat dibutuhkan oleh kami untuk melakukan transportasi ke daratan Aceh dan sebaliknya. Dapat kami sampaikan, sebelum ada kapal Aceh Hebat di Kabupaten Simeulue, sering terjadi penumpukan penumpang di kapal yang lama, sangat tidak nyaman,” kata Mulyawan.
Menurut Mulyawan, desain Kapal Aceh Hebat yang diadakan Pemerintah Aceh juga sudah sesuai dengan usulan Dinas Perhubungan Simeulue. Ia mengatakan, aktivitas mobilisasi dan ekonomi masyarakat Simeuleu akan lebih baik dengan hadirnya kapal tersebut.
Untuk diketahui Pemerintah Aceh selama tahun 2019 -2020 mengadakan tiga unit Kapal Aceh Hebat. KMP Aceh Hebat 1 memiliki bobot 1300 GT untuk melayani lintasan Pantai Barat-Simeulue. Kapal ini dibangun selama 470 hari di galangan PT Multi Ocean Shipyard Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Di waktu bersamaan, KMP Aceh Hebat 2 dengan bobot 1100 GT untuk melintasi Ulee Lheue-Balohan. KMP Aceh Hebat 2 dibangun selama 497 hari di galangan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Madura, Jawa Timur.
Sementara KMP Aceh Hebat 3 dengan bobot 900 GT untuk lintasan Singkil-Pulau Banyak. KMP Aceh Hebat 3 dibangun selama 497 hari di galangan PT Citra Bahari Shipyard, Tegal, Jawa Tengah.[]