“Karena tidak mungkin kita hanya vaksinasi seorang dosen tapi istri dan anaknya tidak. Sebab kita tahu, potensi penularan itu banyak datangnya dari satu rumah,” ucapnya.
Untuk itulah, dr Iflan mengungkapkan, USK menargetkan pada akhir bulan ini cakupan vaksinasi di lingkungan USK minimal mencapai 70{2286f499067ba5ea3eac68ac5bb9bb1d7fc984a5bef3c0df1d8308f44ae7db5b}. Ia pun optimis target tersebut dapat segera tercapai. Sebab terjadi peningkatan yang cukup siginifikan semenjak Rektor USK mengeluarkan imbauan yang mewajibkan seluruh pegawai USK untuk melakukan vaksinasi.
“Alhamdulillah, semenjak ada imbauan dari Rektor itu terjadi peningkatan antusias yang luar biasa. Mudah-mudahan, dengan capaian minimal 70{2286f499067ba5ea3eac68ac5bb9bb1d7fc984a5bef3c0df1d8308f44ae7db5b} maka percepatan herd immunity-nya bisa cepat kita capai,” ucapnya.
Sementara itu, Kasi Pelayanan Medik RS Tingkat II Iskandar Muda Mayor CKM drg. Wahyu Fajar Dwinanto, MM mengatakan, alasan pihaknya bersedia untuk berkolaborasi dengan USK dalam kegiatan ini adalah, sebagai bentuk dukungan untuk menyukseskan program vaksinasi pemerintah.
“Kami adalah bagian dari pemerintah harus patuh dan taat selalu. Dan ini juga salah satu bentuk kerja sama teritorial tentara dengan rakyat,” ucapnya.