Pagelaran Akulturasi Budaya Aceh dan China Sukses Digelar di Aceh

April 14, 2026 - 21:38
Pagelaran Akulturasi Budaya Aceh dan China yang bertajuk "Nan Wuli (Lamuri)" suskes digelar di Taman Budaya Aceh, pada Senin (13/04/2026). (FOTO: HO I HABADAILY.COM)
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Sebuah pertunjukan perpaduan memukau antara tarian asal Tiongkok dengan tarian tradisional dan kreasi baru Aceh dalam sebuah pagelaran akulturasi budaya yang bertajuk "Nan Wuli (Lamuri)" suskes digelar di Taman Budaya Aceh, pada Senin (13/04/2026) malam.

Pertunjukan bertajuk "Nan Wuli (Lamuri)" ini hadir sebagai wujud pelestarian keharmonisan hubungan antara masyarakat Aceh dan keturunan Tionghoa yang telah terbina sejak berabad abad silam.

Seniman Rudi Asman, menciptakan "Nan Wuli" sebagai sebuah pertunjukan yang menggabungkan unsur tari, puisi, dan musik. Nama "Nan Wuli" sendiri merujuk pada sebutan masyarakat Tiongkok zaman dahulu untuk bangsa Lamuri, yang merupakan cikal bakal wilayah Aceh saat ini.

Sedangkan, hubungan Aceh dan Tiongkok telah terjalin erat sejak abad ke-8 pada masa Kerajaan Lamuri. Jejak diplomasi dan persaudaraan ini dibuktikan oleh Lonceng Cakra Donya serta kawasan Peunayong, pemukiman khusus warga Tionghoa yang eksis sejak era Sultan Iskandar Muda hingga sekarang.

Pagelaran Akulturasi Budaya Aceh dan China yang bertajuk "Nan Wuli (Lamuri)" suskes digelar di Taman Budaya Aceh, pada Senin (13/04/2026). (FOTO: HO I HABADAILY.COM)

"Pertemuan budaya masyarakat Aceh dan Cina ini sering terjadi adanya silang budaya. Pertunjukan barongsai dan tari Aceh di tahun 2000-an dilaksanakan sebagai rasa ingin terwujudnya silang budaya tersebut," kata Rudi kepada Habadaily.com, Selasa (14/04/2026).

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.