Pagelaran Akulturasi Budaya Aceh dan China Sukses Digelar di Aceh

April 14, 2026 - 21:38
Pagelaran Akulturasi Budaya Aceh dan China yang bertajuk "Nan Wuli (Lamuri)" suskes digelar di Taman Budaya Aceh, pada Senin (13/04/2026). (FOTO: HO I HABADAILY.COM)
2 dari 3 halaman

Rudi mengaku, pertunjukan Nan_Wuli merupakan salah satu upaya agar keberlangsungan hubungan masyarakat yang harmonis terus terawat dalam sebuah pertunjukan seperti musik, tari dan puisi.

Karya ini sejatinya memiliki rekam jejak sejak tahun 2018. Awalnya, karya tersebut digarap sebagai musik iringan tari untuk pengajuan tugas akhir S2 di Yogyakarta dengan judul "Putroe Neng", yang terinspirasi dari sosok tokoh Tionghoa yang memberikan kontribusi besar bagi negeri Aceh pada masa lalu.

"Pada kesempatan kali ini karya Putroe Neng dikembangkan menjadi Nan_Wuli. Nan_Wuli merupakan penggambaran terhadap luasnya dan keberagaman keterhubungan antara Aceh dan Cina," ujar Rudi.

Di bawah payung program penciptaan karya inovatif, pertunjukan ini tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga basis akademis yang kuat. Dan proses penciptaannya didasarkan pada riset yang mendalam.

Pagelaran Akulturasi Budaya Aceh dan China yang bertajuk "Nan Wuli (Lamuri)" suskes digelar di Taman Budaya Aceh, pada Senin (13/04/2026). (FOTO: HO I HABADAILY.COM)

"Metode pelaksanaannya berdasarkan penelitian literatur dan wawancara. Tujuan tersebut agar karya yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tegasnya.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.