Gerakan Bereh awalnya dikenal dengan nama BRI Hijau yang merupakan akronim dari Bersih, Rapi, Indah dan Hijau. Plt Gubernur Aceh kemudian merubah BRI Hijau menjadi Bereh agar gerakan ini memiliki nuansa ke-Aceh-an.
Iswanto menambahkan, Gerakan Bereh pertama kali dicetuskan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh pada Oktober tahun 2019 lalu untuk dilaksanakan di seluruh SKPA. Melihat sukses penerapan Bereh di SKPA, Plt Gubernur Aceh kemudian menginstruksikan Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, untuk menularkan Gerakan Bereh ke seluruh Aceh.
Hal pertama yang dilakukan oleh Sekda adalah mengkampanyekan Gerakan Bereh, saat membagikan SK Pengangkatan dan SK Pensiun ASN. Dalam perjalanannya keliling Aceh menyerahkan langsung SK kepada 2.690 ASN tersebut, Taqwallah selalu mengkampanyekan pentingnya pelaksanaan gerakan Bereh bagi perbaikan kerja-kerja pelayanan para ASN.
Hingga saat ini, Gerakan Bereh masih terus digaungkan. Kampanye dan evaluasi juga masih terus berjalan. Perlahan dan bertahap, masyarakat telah merasakan imbas positif dari penerapan Gerakan Bereh. Sebagai fungsi kontrol, Pemerintah Aceh juga tidak menutup diri atas kritik dan saran masyarakat terhadap penerapan gerakan ini demi menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.[]