Taqwallah mentamsilkan bagaimana seorang ibu dapat melakukan banyak hal sekaligus—sambil menggendong bayi, memasak, menjemur pakaian, mencuci piring, dan membersihkan rumah. Kepala SKPA dapat bertindak sebagai “seorang ibu” di kantornya—membimbing bawahan memanajemenkan pekerjaannya. “Ada yang harus dilakukan dengan fokus, dan ada juga yang dapat dilakukan bersamaan,” katanya.
Menurut Taqwallah, meniru cara ibu rumah tangga menyelesaikan pekerjaannya tentu lebih mudah bagi Kepala SKPA yang menguasai secara teknis pekerjaan di kantornya. Ia tahu bagaimana suatu pekerjaan itu berproses dari awal hingga akhir, sehingga dapat menetapkan target realisasi setiap tahapan penyelesain pekerjaan tersebut secara akurat.
Selain manajemen waktu, Taqwallah juga menyegarkan kembali ingatan kepala SKPA tentang perencanaan jaringan (network planning), yakni teknik merencakan, menjadwalkan, dan mengawasi, aktivitas pekerjaan yang merupakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pimpinan organisasi.
“Kepala SKPA harus terlibat penuh dan ‘tenggelam’ dalam pekerjaan teknis, dan tidak sekadar menerima laporan ABS di atas meja,” kata Taqwallah di akhir paparannya itu.[]