HABADAILY.COM – Provinsi Aceh merupakan yang paling rendah di Indonesia dalam capaian imunisasi Campak Rubella (MR). Pemerintah Aceh dalam hal ini dinas kesehatan setempat berkomitmen akan mengejar ketertinggalan cakupan tersebut.
Salah satu strategi yang kini dijalankan Pemerintah Provinsi Aceh yakni dengan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) untuk menyusun langkah-langkah berikutnya untuk memastikan semua anak diimunisasi sesuai harapan. Rakor itu digelar, Rabu (26/09/2018) di Dinkes Aceh.
Pada acara tesebut, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif meminta dukungan dan bantuan semua pihak untuk bersama mensosialisasikan imunisasi dan diikuti dengan testimoni dari enam orangtua anak dengan cacat bawaan akibat rubella (congenital rubella syndrome) yang ada di Aceh.
“Mereka menceritakan bagaimana membesarkan anak dengan CRS dan berharap tidak ada lagi anak yang lahir dengan kecacatan akibat rubella,” ujar Hanif pada acara yang dihadiri pihak Kementerian Kesehatan yang diwakili oleh Dr. Slamet Basir, MPH; Kementerian Dalam Negeri, Zamhir Islamie, S.sos, MPA; Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Bimo Wijayanto; DR. Abd. Rahman Dahlan, M.A dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, dan Iwan Setiawan dari PT. Biofarma.