"Saya dulu hanya tertuju pada wisata di kampong saya Montasik dan Aceh Besar," ujar Lisa menimpali keterangan Riefky.
"Iya saya juga begitu, bagaimana masyarakat Darul Imarah dan Aceh Besar, terutama kawula muda menjadi sadar wisata," timpal Lisa mengamini keterangan Riefky.
Kini Lisa dan Riefky sudah didapuk sebagai duta wisata Aceh, maka promosi wisata tentu harus dilakukan menyeluruh ke seantero Aceh. Bagaimana mereka dapat menjalankan amanat (duta ) itu untuk seluruh masyarakat Aceh dan untuk semua destinasi wisata sehingga dapat mengundang wisatawan manca negara.
Namun semua itu, tak mungkin dapat dijalankan hanya oleh mereka berdua selaku duta wisata. Pemerintah dan lapisan masyarakat harus sama - sama ikut berperan serta. Pemeran utama untuk promosi wisata adalah pemerintah selaku pengambil kebijakan.
Sebab, ada tiga sektor utama sebagai pendukung wisata yaitu, aksesibilitas (akses), aminitas (pelayanan)dan atraksi (daya jual). Tanpa adanya ketiga unsur, wisatawan akan malas datang ke suatu daerah meskipun daerah itu kaya dengan berbagai destinasi wisatanya.
Namun demikian menurut kedua pasangan duta wisata Aceh tersebut, untuk wisata Aceh tinggal lagi memajukan dua sektor yakni aksesibilitas dan aminitas. "Sementara untuk atraksi (daya jual), Aceh sudah tidak kalah lagi dengan derah - daerah lainnya di Indonesia," kata keduanya. [***]