Tanah Gayo di Mata Duta Wisata Aceh

September 18, 2018 - 22:57
Duta Wisata Aceh untuk tahun 2018, Irna Maulisa
2 dari 3 halaman

Apa yang dijalankan pemerintah hari ini, katanya, sejalan dengan visi - misinya bersama Riefky, pasangan prianya ketika mengikuti seleksi duta wisata Aceh. Salah satunya, membuka mata dunia menuju Aceh lewat promosi sejumlah destinasi yang dimiliki Aceh. 

Diakuinya, Aceh memang memiliki potensi wisata yang terbilang lengkap. Mulai dari wisata bahari, alam, sejarah hingga wisata arkeologi. Setiap daerah di Aceh, punya keunikan tersendiri soal wisata.

Menurutnya, dari banyaknya potensi wisata di Aceh menjadi tantangan sendiri bagi masyarakat setempat dalam hal ini pelayanan. Bagaimana kesiapan warga saat wisatawan datang hingga sadar akan pengembangan potensi destinasi di masing-masing daerahnya.

"Ini juga tantangan bagi masyarakat. Tentunya kesiapan masyarakat kita akan diuji untuk menyambut  wisatawan," timpal Riefky yang lahir di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar  21 tahun lalu, pasangan pria Lisa sebagai Duta Wisata Aceh. 

Refky sendiri mengikuti duta wisata dengan harapan dapat merubah pola pikir kalangan muda akan sadar wisata. Bagaimana menyambut jika ada wisatawan asing yang hadir di lingkungan sendiri dan bagaimana mengeksplor, merawat dan menjaga kebersihan lokasi - lokasi wisata yang dimiliki daerahnya masing - masing.

"Saya dan Lisa mengawali karir duta wisata untuk Aceh Besar saja. Waktu itu tahun 2017, kami didapuk sebagai duta wisata Aceh Besar, sebelum kami menuju tingkat provinsi," katanya.

Bahkan waktu itu, Riefky dan Lisa hanya ingin mengekspor destinasi wisata yang ada di desa dan kecamatan dimana mereka dilahirkan. 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.